Manado,Swarakawanua.id-Daerah Bumi Nyiur Melambai kaya akan sumber daya termasuk kandungan emas di sejumlah kabupaten seperti Minut, Bolmong Raya dan Sangihe.
Namun sayangnya, kandungan emas lebih banyak dimonopoli oleh investor asing asal China. Sehingga masyarakat terjajah di tanahnya sendiri.
Oleh sebab itu, Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) yang sangat peduli terhadap para penambang langsung mendatangi Kementerian ESDM untuk menindaklanjuti pembicaraan sebelumnya saat Menteri Bahlil datang ke Manado dua pekan lalu.
Dari dua agenda strategis yang dibicarakan Bahlil dan YSK, salah satunya terkait WPR. Dimana para penambang nantinya akan mendapatkan perlindungan hukum.
Sehingga rakyat Sulut akan merdeka di tanahnya sendiri. Dimana para penambang akan menikmati kekayaan alam berupa kandungan emas yang ada tanpa harus ada dukungan modal WNA asal China.
“Masyarakat harus merdekat di tanahnya sendiri,” ucap YSK.
Hal ini dilakukan YSK untuk meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, kelistrikan yang selama menjadi masalah serius di daerah Kepulauan akan segera teratasi.
Menurut YSK, listrik akan menyala 1×24 jam di tiga pulau yang selama ini terbatas aliran listrik hanya 7-12 jam.
Hal ini disampaikan Gubernur YSK usai berbicara panjang lebar dengan Bahlil di kantor kementerian ESDM.
Bahlil sendiri juga menopang semua permintaan YSK, salah satunya akan mengeluarkan aturan yang mempermudahkan para penambang serta krisis listrik di beberapa pulau di daerah Bumi Nyiur Melambai ini. (Danz*).



























