Manado,Swarakawanua.ID-Kasatker Wilayah II Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut akhirnya angkat bicara terkait kerusakan jalan Trans Sulawesi di wilayah Bolmong Raya.
Kepada Media ini, Kasatker Wilayah II Rhismono mengatakan bahwa saat ini PPK wilayah II dari BPJN Sulut dan pihak kontraktor sedang memaksimalkan perbaikan kerusakan jalan Trans Sulawesi yang sangat membahayakan pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat.
“Terimakasih sdh pedulu atas kondisi jalan di wilayah bolmong raya. Tim PPK dan kontraktor sedang giat maksimal dilapangan utk melaksanakan perbaikan2 atas kerusakan jalan di lapangan
Pelaksanaan perbaikan ditargetkan H – 7 lebaran, tuntas penanganannya,” ungkap Kasatker Wilayah II via Wa kepada Media tadi malam.
Sebelumnya, kondisi jalan nasional di ruas Trans Sulawesi tepatnya di Desa Pasir Putih, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), terpantau sangat memprihatinkan.
Tim di lapangan pada Sabtu, 21 Februari 2026, mendapati banyak titik jalan berlubang yang tersebar di badan jalan. Lubang-lubang tersebut dinilai membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat, terlebih saat malam hari dan ketika hujan turun.
Sejumlah pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan dan berzig-zag untuk menghindari lubang. Kondisi ini tak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan.
Aktivis Sulawesi Utara, Calvin Castro, mengaku geram dengan kinerja pihak terkait, khususnya Kastker B PJN Wilayah 2, Rhismono. Ia menilai kerusakan jalan nasional di sepanjang wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong) hingga Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terkesan dibiarkan tanpa penanganan serius.
“Jangan sudah ada korban baru seperti kucing kepanasan untuk perbaiki jalan. Ini jalan nasional, bukan jalan kebun. Setiap hari dilintasi masyarakat, kendaraan logistik, hingga angkutan umum,” tegas Castro.
Castro juga menambahkan bahwa kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dan minimnya respons cepat terhadap laporan masyarakat.
“Kami melihat ada pembiaran. Jalan berlubang ini bukan baru satu dua hari. Sudah lama dikeluhkan warga. Kalau memang ada keterbatasan anggaran, sampaikan secara terbuka ke publik. Jangan tutup mata terhadap keselamatan masyarakat,” lanjutnya. (Danz*).
.




















