Manado,Swarakawanua.ID-Unsrat Manado diduga kuat sarang korupsi. Buktinya, setelah mantan Rektor Unsrat Manado Ellen Kumaat dipenjarakan oleh Kejati Sulut.
Kini giliran puluhan pemuda yang masuk dalam KNPI Sulut mendesak pihak Polda Sulut yang dipimpin Royche Langie untuk segera memeriksa Rektor Unsrat Berty Sompie terkait dugaan sejumlah kasus korupsi di lingkup institusi tersebut.
Puluhan anggota kNPI Sulut di bawah pimpinan Verry Seke menggelar aksi unjuk rasa sekaligus membawa sejumlah bukti dugaan kasus korupsi di lingkup Unsrat Manado.
Para pendemo diterima Kamis (30/04/2026) Siang oleh Kapolda Sulut di halaman kantor Mapolda Sulut.
Bukti dugaan korupsi di Unsrat Manado diserahkan langsung Verry Seke didampingi puluhan anggota KNPI Sulut ke Kapolda Sulut, Royche Langie didampingi Wakapolda serta sejumlah pejabat teras di lingkup Polda Sulut.
Dalam aksi itu, mereka menduga adanya penyalahgunaan kewenangan dalam proses pelantikan pejabat internal kampus tersebut.
“Ini sudah melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dari KKN,” tegas orator saat gelar aksi unjuk rasa damai tersebut.
Bukan itu saja, massa juga mengangkat dugaan penyimpangan dana hibah dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta indikasi pengkondisian proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan kampus.
“Kami menduga ada penunjukan langsung dan pengaturan lelang dalam proyek seperti revitalisasi laboratorium dan gerbang utama. Bukti tambahan akan kami serahkan,” tegas pendemo.
Kapolda Sulut di hadapan pendemo menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat sesuai mekanisme hukum yang berlaku di negeri ini.
“Percayakan kepada kami. Semua aspirasi masyarakat akan kami proses sesuai aturan,” ujar Langie.
la juga mengungkapkan bahwa saat ini telah ada dua laporan polisi terkait dugaan korupsi di Unsrat yang tengah diproses penyidik.
Terkait polemik pemilihan rektor, Polda Sulut berencana melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, bahkan membuka kemungkinan pembentukan tim kecil untuk melakukan pengawasan.
“Kalau ada bukti tambahan, baik dokumen maupun digital, silakan diserahkan. Kami terbuka,” tegasnya.
Kalau korupsi, kita hajar semua,” janji Kapolda Sulut yang dikenal tak pandang bulu ini dalam penegakkan korupsi di wilayah Sulut. (Danz*).



























