Sangihe, Swarakawanua.id-Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Sangihe melaksanakan kunjungan tanggap darurat bencana ke Kecamatan Kepulauan Marore, Kamis (11/6), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi yang terjadi pada Senin, 8 Juni 2026.
Berdasarkan data sementara, Kampung Kawio menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan akibat gempa tersebut. Tercatat sebanyak 55 unit rumah mengalami kerusakan berat, 16 unit rusak sedang, dan 6 unit rusak ringan. Sedangkan jumlah Kepala Keluarga (KK) Kampung Kawio 177 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 483 jiwa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan rasa prihatin dan empati yang mendalam atas musibah yang dialami masyarakat.
“Atas nama Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta seluruh masyarakat Sangihe, kami menyampaikan turut berduka dan prihatin atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Kampung Kawio dan wilayah terdampak lainnya,” ujar Bupati.
Meski mengalami kerugian material yang cukup besar, Bupati mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur karena tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Di tengah situasi yang penuh duka ini, kita patut bersyukur karena Tuhan masih melindungi kita sehingga tidak ada korban jiwa. Bangunan yang rusak dapat dibangun kembali, namun keselamatan manusia adalah yang utama,” tambahnya.
Kunjungan tersebut juga diisi dengan penyaluran berbagai bantuan kemanusiaan yang berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, BUMN, BUMD, serta berbagai pihak dan donatur yang turut memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak.
Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan tidur, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah memastikan bahwa seluruh masyarakat akan menerima bantuan sesuai tingkat kebutuhan dan dampak yang dialami.
“Bantuan ini diberikan tidak hanya kepada warga yang rumahnya terdampak langsung, tetapi juga kepada masyarakat yang turut membantu saudara-saudara mereka sejak hari pertama bencana terjadi. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi kekuatan besar dalam menghadapi musibah ini,”.(Gops07)



























