Termakan Settingan Politik, Banteng Saling Tanduk Rebut KONI Manado

Caption Foto: Dari Kiri: Tonny Rawung alias Tora dan Hengky Kawalo alias Hello

Manado, SwaraKawanua.ID-Pelaksanaan Musyawarah Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Manado disinyalir kuat diisi kepentingan politik segelintir orang. Bahkan Muskotlur KONI Manado yang digagas sejumlah cabang olahraga (Cabor) Sabtu (13/03/2021) kemarin, diduga kuat disetting oleh kader partai lain.

Tak heran, sejumlah cabang olahraga (Cabor) termakan akan settingan politik tersebut. Settingan itu juga ikut mempengaruhi dan membutahi sejumlah cabor yang diduduki oleh kader Banteng Manado.

Buktinya, tanduk-menanduk kader Banteng pun tak terelakan di Muskotlub KONI Manado yang diduga ilegal tersebut. Dimana Muskotlur itu mengusung Tonny Rawung alias Tora sebagai Ketua KONI Manado.

Tonny Rawung yang juga sekretaris PDIP Manado menggantikan posisi Hengky Kawalo sebagai Ketua KONI Manado. Kawalo yang adalah legislator Manado dari Fraksi PDIP sama sekali tidak mengetahui pelaksanaan kegiatan Musorkotlub KONI Manado tersebut.

Terjadi pergantian Hengky Kawalo ke Tonny Rawung bukti bahwa hebatnya saling tanduk-mananduk kader Banteng, setelah berhasil disetting kader partai lainnya.

Hajatan Muskotlur KONI Manado dikabarkan hampir sebagian besar tidak dihadiri para ketua Cabor yang di bawahi Koni Manado. Apalagi hampir sekitar belasan Cabor kepengurusannya sudah dimisioner sehingga tidak punya hak suara atau berhak memilih. Perbasi Manado tidak menghadiri hajatan yamg diduga abal-abal tersebut. Bukan itu saja, tidak mencukupi 2/3 hak suara sah cabor yang mengikuti hajatan sesuai AD/ART organisasi KONI Manado. Lebih memiriskan lagi, Muslorkotlub itu tidak dihadiri pengurus Koni Sulut yang harus menyaksikan keabsahan kegiatan tersebut.

Namun demikian, ketua Panitia Muskotlur yakni Jefry Massie yang disebut-sabut kader Banteng tetap melaksanakan Muskotlur, kemarin. Tonny Rawung akhirnya dinobatkan sebagai ketua KONI Manado.

Padahal belum tentu Tonny Rawung menyetujui sebagai Ketua Koni Manado, kalau mengetahui kegiatan Muskotlur tersebut, tidak sesuai mekanisme AD/ART KONI Manado.

Sementara itu, Ketua Panitia Muskotlur KONI Manado Jeffry Massie ketika dikonfirmasi Wartawan SwaraKawanua.ID menyatakan, Musorkotlur KONI Manado sah sesuai AD/ART. “Musorkotlub KONi Manado dihadiri lebih dari 2/3 peserta,” ujar pensiunan PNS ini. Massie menepis dan membantah jika Musorkotlub itu dikait-kaitkan dengan kepentingan politik tertentu.

“Tidak ada kepentingan politik di sini, karena sebagai besar cabor menginginkan Muskotlur KONI Manado. Walaupun saya seorang Jeffry Massie tidak melaksanakannya, Musorkotlub tetap dilaksanakan,” jelas dia via ponselnya tadi pagi.

Dia menambahkan, salah satu yang tidak dipenuhi Kawalo sebagai Ketua KONI Manado yakni tidak menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KONI Manado sebagaimana yang diharapkan puluhan cabor yang bernauang di bawah KONI Manado tersebut. (dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *