Sangihe, SwaraKawanua.id – Media sosial atau biasa disebut Medsos jika dipergunakan dengan sebaik mungkin bisa membawa berkah. Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe penjaga rakit diketahui bernama Indra Saibulan (20) Senin (19/4/2021) terombang-ambing diperairan Tahuna.
Melalui postinga dimedsos Facebook keluarga korban memonita bantuan penjemputan korban, status tersebut dibagikan hingga sampai ke Basarnas Manado dan langsung bergerak ke lokasi rakit diperiran Tahuna.
Informasi yang dirangkum dari Humas Basarnas Manado, dengan kondisi badai tropis surigae yang mengakibatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang sehingga dibutuhkan kapal lebih besar dalam proses evakuasi.
Basarnas pun berkoordinasi dengan agen kapal Niaga PT Aksar Saputra Likes cabang Tahuna karena diperkirakan jarak rakit dan daratan cukup jauh. Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, KUPP Syahbandar, BPBD dan keluarga korban berencana melakukan pada pagi hari, namun karena terhalang cuaca ekstrem angin dan gelombang tinggi penjemputan ditunda sampai kondisi aman.
Barulah pada Pukul 21:30 WITA kondisi cuaca sudah aman tim SAR gabungan langsung bergerak ke lokasi namun sempat mendapatkan hambatan angin kencang dan gelombang tinggi namun tak separah pagi, Pukul 02:25 WITA tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban di atas rakit dan dibawa ke pelabuhan Tahuna sebelum diserahkaj ke pihak keluarga korban sebelumnya juga dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap korban.
Kepala Kantar Basarna (Kakansar) Manado Suhri Noster Norbetus Sinaga mengapresiasi tim SAR gabungan yang telah terlibat sehingga korban berhasil diselamatkan. “Walau badai menghantam saat perjalan dalam penjemputan korban namun tim tetap berhasil menyelamatkan korban,” tuturnya.
Sinaga juga mengimbau kepada para nelayan setempat untuk dapa memperhatikan perkiraan cuaca dari BMKG sebelum pergi melaut. “Saat ini telah terjadi badai teropis surigae yang melanda wilayah Indonesia Timur waspadalah dan berhati-hatu saat malsut sehingga tidak membahayakan diri sendiri,” imbaunya.(Mesakh*)




























