Sangihe, Swarakawanua.id- Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana yang didampingi Danlanal, Kajari dan Ketua Pengadilan, serta beberapa pejabat yang menyampaikan kondisi Kabupaten Kepulauan Sangihe yang merupakan wilayah perbatasan.
Sebagian besar adalah wilayah lautan, rentan terjadinya gelombang tinggi dan angin kencang pada musim-musim tertentu bahkan kadang dipengaruhi badai kiriman dari Philipina, sehingga sering terjadi kasus tenggelamnya perahu nelayan dan orang hilang di wilayah perairan Sangihe.
Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME mengatakan, selama ini koordinasi Pemerintah dan Pos SAR Tahuna telah berjalan dengan baik dalam penanganan kasus pencarian orang hilang di wilayah perairan. Namun yg menjadi kendala adalah masalah kurangnya sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang menunjang, terlebih kapal yang memadai dalam melakukan pencarian.

“Dalam beberapa kasus yang terjadi, sekalipun sudah dalam koordinasi yang baik antara Pemerintah, Lanal, Pos SAR Tahuna serta stakeholder terkait lainnya, tetapi tetap saja mengalami kesulitan karena tidak adanya kelengkapan sarana kapal yang memadai dalam melakukan penyelamatan di tengah kondisi cuaca ekstrim,”ucap Gaghana.
Lanjutnya, oleh karena Itu, dalam kesempatan bertemu dengan Sestama Basarnas, Bupati Kepulauan Sangihe menyampaikan permohonan penambahan Sarana dan Prasarana terlebih Kapal SAR yang memadai serta penambahan jumlah personil yang ada di Basarnas di Sangihe..
Sestama Basarnas menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kedatangan Bupati, Unsur Forkopimda, serta pejabat yang menyertai. Menurutnya ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keselamatan masyarakat yang ada di Sangihe.
Deputi Bidang Operasi
Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Mayjend TNI Bambang Suryo Aji yang mendampingi Sestama juga menambahkan, bahwa penambahan personil dan peralatan di seluruh kantor Pencarian dan Pertolongan menjadi skala prioritas setiap tahunnya.
“Dengan datangnya Bupati beserta rombongan ke Kantor Pusat Basarnas menjadikan penambahan peralatan dan personil di Pos SAR Tahuna juga menjadi skala prioritas karena memang sangat dibutuhkan disana,” ujarnya.
“Kami memahami jauhnya jarak dari Manado ke Sangihe sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama apabila terjadi kecelakaan yang membutuhkan peralatan lengkap. Ditambah posisi Pulau Sangihe yang berada di perbatasan antara Indonesia dengan Philipina yang juga tingginya aktivitas pelayaran,” tutupnya. (Gops-07).


























