CAPTION: Polresta Manado Saat Menggelar Jumpa Pers Hasil Otopsi, Sabtu (29/05/2021).
Manado, Swarakawanua.id-Polresta Manado akhirnya mengungkapkan pelaku pembunuhan bocah cilik Marcela Sulu (13) warga desa Koha, kecamatan Mandolang, kabupaten Minahasa. Melalui hasil otopsi dari pihak Polresta Manado terhadap korban ternyata pelaku pembunuhan adik Marcela yakni terduga lelaki FK (50) alias Fery alias Om Pala, warga desa Koha, Minahasa.
Menurut, Kabag Ops Polresta Manado, Kompol Thommy Aruan dalam acara jumpa pers, Sabtu (29/05/2021) tadi, korban Marcela ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam karung di perkebunan warga.
“Sesuai bukti-bukti dan informasi dari masyarakat bahwa sebelum Marcela hilang terakhir kali bersama pelaku FK,” ungkap Kabag Ops Polresta Manado. Dikatakannya, hasil otopsi ada tanda-tanda kekerasan pada kemaluan korban Marcela.

“Ada tanda-tanda kekerasan dengan benda tumpul di bagian belakang kepala korban yang membuat korban kehilangan nyawa,” jelasnya di dampingi Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Taufik Arifin.
Selanjutnya, polisi kemudian melakukan perburuan kepada lelaki FK alias Fery alias Om Pala usai penemuan mayat korban Marcela.
Namun setelah melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan selama satu Minggu di seputaran hutan desa Koha, kecamatan Mondolang akhirnya pada Jumat (28/05/2021) pagi ditemukan sosok mayat lelaki di perkebunan Pala milik warga yang diduga pelaku FK.

“Dan hasil otopsi dan olah TKP pihak Polresta Manado, sosok mayat yang ditemukan adalah terduga lelaki FK alias Fery,” ungkapnya.
Lanjutnya, hasil otopsi dan identifikasi olah TKP tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap mayat yang ditemukan.
“Jadi hasil otopsi mayat yang ditemukan adalah terduga pelaku FK. Pelaku bunuh diri dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban hanya seutas tali yang menancap di lehernya,” ucap Kabag Ops Polresta Manado.
Dia menambahkan mayat terduga FK tiga hari atau lebih sudah meninggal sebelum ditemukan di lokasi perkebunan warga. Katanya, Sabtu pagi, jenazah pelaku FK sudah dimakamkan di pekuburan umum desa Koha dan berjalan lancar. “Baik keluarga korban maupun masyarakat tidak ada yang menolak,” tutupnya. (Danz).






















