MINUT, Swarakawanua.id – Festival Kolintang Minut hebat tahun 2021 akan digelar. Kegiatan yang direncanakan Kamis-Jumat atau 10 dan 11 Juni. Dengan mengusung tema ‘Kolintang Untuk Dunia’ dan sub tema ‘Mengembalikan Kejayaan Musik Kolintang Bertolak dari Minahasa Utara’.
Salah satu panitia Prof. DR. Perry Rumengan, M.Sn mengatakan panitia telah mempersiapkan alat musik lengkap dengan sound untuk digunakan oleh peserta dengan kualitas baik. Sehingga para peserta yang akan mengikuti festival nanti bisa menampilkan pertunjukan terbaik.
“Kriteria penilaian yang diantaranya instrumen sebesar 80 persen dan 20 persen untuk vokal. Nantinya akan ada lima juri indpenden yang akan menilai,” ujarnya sembari menyebut jika pendaftaran peserta masih akan dibuka hingga pekan depan dan terbuka untuk umum dengan kategori yang akan diperlombakan.
Sementara itu, ketua panitia Dr. Jane Sangian SPD MSi menambahkan, bahwa pelaksanaan nanti yang paling utama adalah setiap peserta wajib mematuhi protokol kesehatan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim gugus dan secepatnya melaporkan kepada Bupati Joune Ganda terkait kesiapan pelaksanaan.
“Protokol kesehatan yang paling utama. Festival ini sebagaimana tema dan sub tema yang diusung, tentu kami ingin agar pelestarian musik Kolintang menjadi tanggung jawab bersama sebagai warga Minahasa. Agar juga kita menunjukkan kepada dunia bahwa musik kolintang di tanah Minahasa telah berkembang dan tetap digunakan. Selain itu dapat memberi edukasi sekaligus memperlebar ruang gerak seluruh masyarakat untuk mempraktekkan musik kolintang dalam kehidupan bersama,” terang Sangian sembari menambahkan untuk juara dan hadiah panitia menyediakan uang tunia hingga puluhan juta rupiah dan tropi.
Sebagaimana diketahui, pelaksanaan Festival Kolintang ini mendapat dukungan penuh Bupati Joune Ganda. Mengingat, JG sebutannya adalah ketua Persatuan Insan Kolintang (PINKAN) Sulut. Pun demikian, sebagai Tonaas Wangko Minaesa Amian Joune Ganda memiliki komitmen untuk memajukan dan melestarikan kebudayaan yang di kabupaten Minahasa Utara.
(Mesakh)



























