Manado, Swarakawanua.id-Kota Manado Rabu (14/07/2021) atau hari ini membilang usia ke-398 tahun. HUT ke-398 tahun di saat kota Manado dipimpin Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota dr. Richard Sualang. Pasangan Andrei Angouw dan Richard Sualang atau sebutan AARS memenangkan Pilkada Manado 2020 lalu.
Pasangan AARS yang diusung partai Banteng Moncong Putih julukan PDIP ini mengambil alih pemerintahan kota Manado tepatnya pada tanggal 9 Mei 2021 saat resmi dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado pilihan rakyat Manado menggantikan pemerintah sebelumnya yang dipimpin pasangan Vicky Lumentut dan Mor Bastian.

Secara otomatis AARS menjalankan roda pemerintahan di kota Manado terhitung 9 Mei 2021 sampai 14 Juli 2021. Hitungan kerja AARS dengan seabrek program kerja melalui visi dan misi di Pilkada lalu, harusnya belum bisa dihitung. Apa pasal? Karena APBD kota Manado tahun 2021 bukan ‘buah tangan’ AARS tapi masih produk pemerintahan lama.
Sehingga program kerja AARS yang dibalut dalam janji kampanye politik di Pilkada kota Manado lalu belum masuk pada APBD 2021. Namun begitu, AARS mampu menunjukan kinerja kepada rakyat kota Manado saat resmi mengenakan baju walikota dan wakil walikota Manado dalam kurun waktu cukup singkat.
Waktu dua bulan lima hari hingga kota Manado tercatat usia ke-398 tahun saat ini ternyata AARS mampu menarik perhatian mata publik Manado terhadap kondisi kota Manado saat ditinggalkan pemerintah sebelumnya.
Dimana saat masa transisi pemerintahan, kota ini terkesan cukup ‘amburadul’. Terlebih lagi persoalan sampah yang cukup mengganggu mata dan suasana hati 500 ribu jiwa masyarakat kota Manado.
AARS saat pemimpin kota Manado, tak hitung tiga langsung bergerak kilat menargetkan pembasmian sampah yang menjadi persoalan sangat krusial di masyarakat kota Manado.

Itu karena sampah berserakan dimana-mana bahkan sudah mengepung dan mengganggu aktivitas masyarakat kota Manado. PenataanTPA Sumompo yang terletak di kecamatan Tuminting oleh AARS membuat penanganan sampah sementara boleh teratasi di masyarakat.
Walaupun waktu masih terlalu prematur untuk mengukur dan menilai kinerja Walikota dan Wawali Manado AARS. Namun di mata masyarakat kota Manado, AARS mampu menangani sampah yang menjadi persoalan publik cukup genting itu.
Sampah yang awalnya menumpuk di lorong-lorong bahkan di jalan-jalan utama bisa diatasi oleh AARS dengan memacu kerja sinergitas dengan Pemprop Sulut dua bulan terakhir ini. Sehingga HUT 398 kota Manado mencatat awal kerja AARS mengatasi persoalan sampah di kota Manado.
Dimana walikota dan Wawali kota Manado setiap hari harus turun ke TPA Sumompo untuk mencari solusi terbaik penanganan sampah di kota Manado.
Tak pelak, masyarakat Manado memuji kerja nyata AARS walaupun waktu tergolong singkat untuk menjadi alat ukur kerja mereka.
Belum lagi, AARS harus memikirkan solusi strategis pemecahan persoalan banjir di kota Manado yang sudah menjadi masalah klasik sampai saat ini. Namun bsgitu, AARS sudah turun ke lokasi-lokasi rawan banjir di kota Manado untuk mencari tau penyebab banjir tersebut.
Selain persoalan kota menjadi perhatian khusus top leader kota Manado, kegiatan vaksinasi dalam upaya penyebaran serta memutus mata rantai Covid 19 di kota Manado terus digalakkan Pemkot Manado. Anjuran vaksin hebat oleh AARS tak henti disuarakan lewat berbagai media komunikasi di kota Manado.
Tak heran, masyarakat mulai berlomba-lomba melakukan vaksinasi di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan oleh pemerintah kota Manado. Vaksinasi ini juga dilakukan dengan capaian target kepada masyarakat kota Manado. (Dance Siahaya).





















