Manado, Swarakawanua.id-Personil DPC Taruna Marah Putih (TMP) kota Manado, Johanes George SPd angkat bicara soal goncang-gancing dana duka, dana lansia, dana rohaniawan serta bantuan sosial.(bansos) bagi warga kota Manado.
Menurutnya, kalau program-program yang menyentuh rakyat tidak tertata di APBD 2021 kota Manado, maka jangan tumpukan kesalahan pada pemimpin baru di kota Manado Andrei Angouw dan dr. Richard Sualang. “APBD 2021 bukan produk AARS tapi warisan peninggalan pemerintahan yang lama,” jelas tokoh pemuda di kelurahan Teling Atas, kecamatan Wanea ini.
Lanjut dia, APBD 2021 kota Manado dibahas dan ditetapkan oleh DPRD kota Manado bersama pihak eksekutif (pemerintahan sebelumnya, red) dilakukan sebelum bulan Desember tahun 2020 lalu.
Sehingga kata mantan penatua Pemuda GMIM Sion Teling alias Gereja Ayam ini, semua anggaran termasuk dana-dana yang menyentuh langsung masyarakat tidak disentuh oleh tangan AARS.
“Kita harus lihat secara bijak bahwa APBD 2021 kota Manado ini ditetapkan oleh pemerintah lama dan saat itu AARS masih sifatnya calon walikota dan Wawali Manado. Karena itu, masyarakat jangan mengkritik pemerintahan yang ada terkait APBD 2021 tapi tanyakan kepada pemerintah sebelumnya bersama pihak DPRD kota Manado yang lebih tahu karena menyetujui anggaran APBD 2021,” jelas Anes sapaan akrab lelaki vokal di berbagai organisasi politik, kemasyarakatan dan organisasi keagamaan di kota Manado ini.
Dia menambahkan nantinya Perubahan Anggaran di APBD 2021 kota Manado, maka sudah ada ‘campur tangan’ dari pemimpin yang baru saat ini.
“Tapi kita juga harus melihat secara bijak bahwa perubahan anggaran itu dananya sangat terbatas sehingga tidak bisa semua program kemasyarakatan yang menelan anggaran besar harus dipaksakan masuk di perubahan anggaran, karena kita juga harus memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah saat ini,” tuturnya.
Berbeda kalau nantinya di APBD 2022 kota Manado. ‘Kalau APBD 2022 kota Manado, maka semua program pro rakyat harus dipikirkan kembali oleh AARS karena sudah menjadi produk pemerintahan dari keduanya,” tutup lelaki berketurunan Portugis ini sekarang Purtugal. (Danz).





















