CAPTION: Daniel Dolfie Angkouw alias DOA. (*).
Manado, Swarakawanua.id-Masuknya legislator Daniel Dolfie Angkouw alias DOA di DPRD kota Manado benar-benar membawa warna baru bagi parlemen Manado. Bukan hanya di DPRD Manado tapi terlebih Fraksi Golkar di DPRD kota Manado.
Fraksi Golkar Manado yang selama ini lebih kesan membisu di berbagai agenda Dewan Manado terlebih rapat paripurna Dewan Manado, kini disegani fraksi lainnya di Dewan Manado bahkan para eksekutif terutama kepala SKPD.
Itu karena daya kritik konstruktif dan masukkan-masukkan brillian DOA di kegiatan Bapemberda DPRD Manado bahkan rapat paripurna penetapan APBD Perubahan 2021 yang dihadiri Walikota Manado Andrei Angkouw dan Richard Sualang membuat lembaga dewan bisa melihat kapasitas dan kemampuan seorang Dolfie Angkouw.
Penyampaian materi di rapat paripurna secara lugas dan terstruktur terkait APBD Induk kota Manado tahun 2022 bahkan APBD-P 2021 membuat Fraks Golkar Manado kembali menggigit.
Karena sebelum-sebelumnya, Golkar dianggqp sebelah mata di rapat paripurna oleh fraksi lainnya. Namun DOA juluki legislator Daniel Dolfie Angkouw di rapat paripurna mampu menyampaikan sebaiknya RPJMD sudah pada tahap final sehingga jadi landasan APBD-p juga .termasuk RKA dan urgent untuk segera tuntaskan soal RTRW menyesuaikan dengan UU omnibuslaw ( uu no 11 tahun 2020) tentang cipta kerja .) Karena terkait erat dengan investasi dan fiskal di kota manado. Dia menjelaskan Soal RPJMD itu domain permendagri 86 tahun 2017.
DOA mampu menunjukan kualitas sejajar bahkan lebih dari legislator 3 periode bahkan 4 periode seperti Benny Parasan, Bobby Daud, Hengky Kawalo, Jein Laluyan dan Jurani Rurubua. Padahal DOA bukan anggota Banggar DPRD Manado tapi sangat paham dan menguasai anggaran APBD kota Manado. (Danz).



























