Manado, Swarakawanua.id-Komisi I DPRD kota Manado menghearing 11 kecamatan di wilayah kota Manado, baru-baru ini.
Menarinya, hearing Komisi I yang dipimpin Sekretaris Komisi Bobby Daud sempat membuah 5 camat yang hadir dalam undangan hearing tahap pertama 5 camat ‘pusing tujuh keliling’.
Dimana dua personil Komisi I DPRD kota Manado, Jein Laluyan dan Dolfie Daniel Angkouw (DOA) memberondong pertanyaan-pertanyaan sangat kritis kepada lima camat sehubungan evaluasi progres realisasi pendapatan asli daerah triwulan I dan II soal PBB dan penarikan retribusi sampah di kota Manado.

Adapun lima camat yang sempat dibuat bingung dengan aneka pertanyaan yakni camat Mapanget, camat Tuminting, Camat Bunaken dan Bunaken Kepulauan dan terakhir camat Singkil yang diwakili Sekcam.
Duet Jein Laluyan dan Dolfie Angkouw alias DOA menyampaikan sejumlah pertanyaan seputar THL di kecamatan, tealisasi PAD dan retribusi sampah yang dinilai tidak optimal hingga triwulan satu dan dua. Serta rencana memaggil hearing pihak pengelola perumahan dan usulan pembuatan Perda bagi tiga pulau di wilayah Bunaken yakni Manado Tua, Bunaken serta kelurahan Alumbanu. Jein Laluyan juga menekan para camat untuk mengoptimalkan potensi retribusi sampah serta PBB dalam rangka membantu pemerintah meningkatan PAD.

Camat Mapamget Robert Dahuan, Camat Tuminting Bonix Saweho, camat Bunaken Boy, Camat Bunaken Kepulauan Cristian Salindeho serta sekcam Singkil sempat dibuat ‘siap gerak’ lewat aneka pertanyaan duet Jein Laluyan alias JL dan DOA di Komisi I DPRD kota Manado ini
Belum lagi, Vanda Pinontoan, Christy Cici Masengi serta Bobby Daud yang mengkritisi realisasi lima kecamatan termasuk kesedian kendaaraan sampah di kecamatan dan biaya keamanan yang sudah tidaka ada lagi di kelurahan. (Danz).



























