Minut, Swarakawnua.id – Mensyukuri berkat Tuhan di Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Ke-138 tahun yang jatuh pada tanggal 23 September 2021 lalu. Pemerintah Desa (Pemdes) Waleo Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mengadakan Ibadah Ucapan Syukur di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kamis (30/9/21).
Hukum Tua Julitje S Tanod mengatakan angka 138 sangat istimewa bagi masyarakat Desa Waleo tentunya. Sejak tahun 1883 sampai saat ini Waleo sudah semakin berkembang.
“Tentunya kami tanpa dukungan dari berbagai pihak mulai dari masyarakat, linmas, BPD, dan perangkat Desa tidak akan mampu berjalan sendiri,” ujar Tanod.

Tanod berharap kerja sama antar semua pihak dapat terus terjalin dalam memajukan Desa Waleo. Kata dia, saat ini Waleo berada di Desa berkembang.
“Kedepannya kami melalui sinergi yang telah terjalin saat ini mudah-mudahan Desa Waleo yang kita cintai ini akan masuk sebagai Desa Maju,” tuturnya.
Tanod menambahkan ditundanya hari perayaan ucap syukur ini dikarenakan padatnya kegiatan. Namun kata dia hal ini tak akan mengurangi sukacita masyarkat dan pemerintah Desa Waleo.

“Tetap dilkasanakan namun kami selalu mengedepankan surat edaran Bupati terkati pembatasan kegiatan masyarakat jadi meski dengan kapasitas terbatas hanya 75 persen tapi kami tetap mengadakan ucapan syukur ini,” kunci Tanod.
Sebelumnya, ucapan syukur di HUT Ke-138 Tahun Desa Waleo diawali dengan Ibadah yang dipimpim oleh Ketua Jemaat GMIM Kapoloan Paemanan Waleo Pdt. Hofni I Aruperes, S.Th.

Sementara itu, Camat Kema Daniel Komenaung yang hadir pada ucapan syukur Desa Waleo menitip pesan di HUT ke-138 Tahun ini para perangkat Desa terus berkerja sama serta terus bersinergi dengan pemerintah Kecamatan dalam kemajuan Desa Waleo.
“Sinergi merupakan kekuatan kita bersama untuk maju seperti sloga saya ‘Tetap emangat jangan pernah menyerah karena hidup ini adalalh perjuangan untuk meraih kemenangan’,” kata Komenaung.

Flashback sedikit kebelakang sejak adanya Desa Waleo tahun 1883 sampai 2021 sudah ada 25 Hukum Tua yang telah memimpin Desa ini.
Desa ini juga telah dimekarkan menjadi dua yakni Desa Waleo dan Waleo Satu.
“Persiapan pemekeran Desa Waleo dan Waleo Satu sejak 3 Maret 2007 dan baru didefinitifkan 20 Desember 2012, kebetulan saya saat itu ketua BPD dan salah satu penggagas pemerkaran,” ujar Lumempow Makalew.

Turut hadir Ketua BPD Simon Rorong dan anggota, Ketua PKK Nortje Makalew, mantan Hukum Tua Mandagi Kumayas.
(Mesakh)



























