Aksi Damai di GMIM Zaitun Belum Temui Kesepakatan, Sinode Biarkan Polemik di Jemaat!

CAPTION: Warga Jemaat Saat Membawa Soanduk Penolakan Putusan BPMJ Soal Pemetaan. (*).

Manado, Swarakawanua id-Aksi damai yang digelar ratusan anggota jemaat GMIM Zaitun
Karoweru terkait Surat Keputusan BPMJ Tentang Penataan dan Pemetaan belum mencapai kesepakatan antara BPMJ dan anggota jemaat yang kontra keputusan tersebut.
Dalam dialog yang dihadiri Ketua BPMJ Pdt DL Bato, Sekretaris Pnt J Ramba, Pnt D Polla, ketua mengatakan aspirasi yang disampaikan anggota jemaat masih akan dibahas dalam rapat BPMJ. ” Kami belum bisa memutuskan. Akan kami bahas dalam rapat BPMJ,” kata Bato.


Sementara perutusan jemaat antara lain Pnt J Lintang, Pnt CH Lasut, Sym F Manoppo, Sym H Suryandjo, Pnt R Pasla, Pnt J Seko dan tokoh-tokoh gereja, meminta agar segera ada keputusan mengingat waktu pemilihan sudah sangat mepet. “Kami harap secepatnya ada solusi agar tercipta kedamaian dalam berjemaat di GMIM Zaitun, karena anggota jemaat berharap ada perubahan SK,” ujar Lintang.
Sementara Manoppo mendesak sinode segera ambil langkah kebijakan penyelesaian agar permasalahan tidak terus meluas. “Perlu ada kerendahan hati. Jemaat hanya ingin ada kedamaian dan kenyamanan beribadah. Sinode tidak bisa membiarkan masalah ini hanya diselesaikan BPMJ. Harus secepatnya turun tangan,” tegasnya.


Pihak Sinode sebagaimana dikatakan Sekum GMIM Pdt E Tangel mengatakan soal gejolak di GMIM Zaitun dikembalikan ke BPMJ agar segera menyelesaikannya.
Namun sebelumnya Ketua Sinode Pdt H Arina mengatakan penyelesaian masalah ini hendaknya melihat faktor keutuhan dan kenyamanan dalam peribadatan.

” Organisasi penting, tapi lebih penting lagi melihat keutuhan dan kedamaian anggota jemaat dalam peribadatan. Jangan sakiti jemaat,” tegasnya di hadapan bidang APP.
Diketahui, dalam aksi damai sekira ratusan anggota jemaat berjalan dari SD GMIM 31 menuju gereja. Sebelum menuju gedung gereja anggota jemaat gelar pujian dan doa yang dipimpin tua-tua jemaat.


Dalam perjalanan ke gedung gereja anggota jemaat dikawal pengamanan pihak kepolisian. Mereka menyampaikan aspirasi dengan membawa spanduk- spanduk bertuliskan pesan agar BPMJ menciptakan kedamaian dalam berjemaat. “Kami akan kembali gelar aksi damai, jika tidak ada solusi dari BPMJ,” ujar Boby dan Sampel.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *