CAPTION: Jeane Laluyan.(*).
Manado, Swarakawanua.id-Banyak orang Kristen yang merasa tidak layak dan mustahil dipakai Tuhan.
Bahkan ada yang berpikir bahwa Tuhan hanya akan memakai orang-orang yang latar belakang keluarga yang baik, dan yang suci dalam hidupnya.
Padahal kenyataannya, Tuhan tidak memandang apa yang dimiliki seseorang untuk layak melayani-Nya.
Bahkan dalam kisah dan cerita tokoh-tokoh Alkitab. DimanaTuhan memperlayakan mereka karena mereka membuka hati untuk mengikut Tuhan.

Begitu juga dengan anggota DPRD kota Manado Jeane Laluyan. Sosok bersahaja ini menerima tugas panggilan Pelayanan pada Pemilihan Pelayanan Khusus (Pelsus) untuk Diaken dan Penatua GMIM periode 2022-2026 Jemaat GMIM Paulus Titiwungen Jumat (15/10/2021) sore.
Pada pemilihan dilaksanakan kolom 23 GMIM Paulus TWM Jeane Laluyan sama sekali kaget karena anggota jemaat memilihnya Pelsus sebagai Penatua periode pelayanan 2022-2026 GMIM Paulus TWM.
Dia tidak pernah terbayangkan dan menyangka karena merasa dirinya belum siap memegang jabatan mulia tersebut.
Namun hati dan rencana Manusia bukanlah renacna Tuhan. Tuhan mempersiapkan wanita berparas cantik ini untuk melayani Tuhan dan menjadi berkat serta bersaksi bagi orang lain terutama di kolom 23 GMIM Paulus TWM.

Walaupun awalnya tidak menyangkan bahkan tak siap. Namun setelah terpilih, Jeane Laluyan yang juga personil Komisi I DPRD kota Manado ini menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan tugas pelayanan dan panggilan Tuhan terhadap dirinya lewat menandatangani surat pernyataan yang sudah disiapkan panitia pemilihan.
“OMG kita nda sangka jemaat mo pilih karena memang kita merasa belum siap pegang jabatan mulia ini. Dan kita ada pilih anggota jemaat yang kita lihat sangat layak pada jabatan diaken dan penatua. Tapi panggilan Tuhan untuk kita melayani, kita tidak bisa menolak.
Walaupun ini memang tanggungjawab yang sangat berat, karena itu kita minta Tuhan tolong kuatkan iman kita dalam melayani,” demikian curahan hati Jeane Laluyan kepada Swarakawanua.id.

Pemilihan Pelsus ini tetap menerapkan protokol kesahatan covid 19 secara ketat. (Danz).



























