Minut, Swarakawanua.id – Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan.

Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.Menyikapi hal tesebut Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bersinwrgi dengna PT MSM/TTN untuk memberikan bantuan berupa Beras Fortifikasi dan alat bantu posyandu.
Beras Fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan zat gizi mikro seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, asam folat, zat besi, dan zinc. Beras ini dapat menjadi solusi praktis pemerataan dan peningkatan status gizi masyarakat Indonesia yang dipercaya juga dapat mencegah stunting sejak dini.

Bupati Joune Ganda mengatakan stunting harus cegah sejak usia dini. Kata dia, cegah stunting sejak 1000 hari petama kehidupan anak untuk generasi emas menuju Indonesia tumbuh, maju dan tangguh.
“Tim pencegahan dan percepatan penanganan stunting di Minut telah dibentuk sejak bulan Maret lalu. Terima kasih kepada seluruh stekholder yang sudah mau terlibat dalam proses penanganan stungting,” kata Bupati.
“Tentunya dengan pertolongan Tuhan dan kolaborasi dan keinginan kita yang kuat serta evaluasi sehingga saat ini Kabupaten Minut bisa sampai pada titik dimana stunting sudah tidak ada,” tambah Bupati Joune.

Sementara Presdir PT MSM/TTN Christian E David Sompie mengatakan untuk pemberian bantuan ini telah dilakukan setiap tahunnya. Kata dia, untuk beras fortifikasi untuk pencegahan stunting baru kali ini.
“Karena untuk beras ini membutuhkan waktu untuk diolah untuk dijadikan fortifit untuk ditaruh mineral dan vaitamin baru disalurkan untuk ibu hamil dan anak-anak memiliki potensi terkena stunting,” ujar Sompie.
Jadi, bersama dengan seluruh stekholder kami akan terus melakukan kegiatan seperti ini. Sompie berharap semoga melalui program kolaborasi ini dapat membantu pencegahan stunting sejak usia dini khusunya Kabupaten Minut.
“Ini tentu akan dilakukan secara terus menerus. Untuk beras saat ini kami berikan sebanyak 5 ton selain itu ada juga bantuan berupa alat posyandu,” tambahbya.
Turut hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Utara Rizya Ganda Davega, Direktur PT MSM/TTN Christian E David Sompie, dan jajaran, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Kerjasama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado Budi Ratag, Manager Bisnis Bulog Kanwil Sulut dan Gorontalo Sherli Ransingin dan Tim Ahli Percepatan dan penurunan stunting regional V Kemendagri Sam Patoro Larobu.
(Mesakh)


























