Minut, Swarakawanua.id – Dicanangkan sebagai Bumi Revolusi Mental. Bupati Minahasa Utara Joune Ganda mengatakan pencanangan ini kembali digaungkan oleh Presiden RI Joko Widodo dan ini sebagai tantangan jiwa yang merdeka dan toleran antar umat beragama.
“Kerukunan umat beragama tidak datang secara tiba-tiba, namun ini merupakan buah hasil kesadaran dari sesama. Sebab, perpecahan dan egoisme hanya akan membawa kehancuran,” kata Bupati.

Dia pun mengapresiasi Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw yang telah mempercayakan Minut sebagai Bumi Revolusi Mental.
“Terima kasih Gubernur dan Wakil Gubernur. Selamat datang dan selamat mengikuti konferensi kepada peserta. Ini merupakan hajatan besar dan menjadi kebanggaan bagi kami masyarakat Minahasa Utara,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey berterima kasih atas kepercayaan panitia Konas FKUB yang memilih Sulut menjadi tuan rumah dan mengaku bangga karena peran tokoh agama dalam naungan FKUB dan Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) begitu solid.
“Terlebih dalam penyaluran bansos Covid-19 kemarin, peran tokoh agama sangat membantu kami sebagai pemerintah,” katanya.

Gubernur Olly turut mengimbau kepada semua peserta untuk berdamai dengan Tuhan, sesama, diri sendiri dan alam.
“Dengan begitu kehidupan kita pasti menjadi tenang, damai dan menumbuhkan semangat persatuan,” pesan Olly.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang dibawakan La Ode Ahmad berpesan kepada pemerintah terus meningkatkan komitmen toleransi dalam setiap kebijakan.

“Hilangkan diskriminasi pada pelayanan publik. Pemenuhan hak-hak konstitusional secara merata mesti dilakukan bagi seluruh masyarakat,” pesan Mendagri.
Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Didik Suhardi, memberikan apresiasi kepada Gubernur Sulut dan seluruh jajaran karena berhasil melaksanakan agenda nasional dengan baik.
Dikatakan, pencanangan Minut sebagai Bumi Revolusi Mental menjadi program prioritas Presiden Joko Widodo.

“Dengan revolusi mental diharapkan ada pembenahan pada pola pikir dan perilaku setiap individu manusia,” terangnya.
Suhardi mengucapkan selamat berkonferensi kepada para peserta dari seluruh wilayah di Indonesia.
“Semoga momentum ini semakin memupuk kerukunan dan kebersamaan antara kita demi solidnya keberagaman dan kedamaian Indonesia,” pungkasnya.

Gaung pencanangan ini dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian Konferensi Nasional (Konas) ke VI Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Pekan Kerukunan Internasional 2021 yang berlangsung di Hotel Sutan Raja Minut, Rabu (17/11/2021).
Dan dituangkan pada penandatangan prasasti Kabupaten Minahasa Utara sebagai Bumi Revolusi Mental oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey beserta Sekretaris Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Yohanes Baptista Satya Sananugraha, turut pula menandatangani Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didi Suhardi serta Bupati Minut Joune Ganda.
(Mesakh)



























