CAPTION: Kegiatan HUT Golkar Minut Dipasang Baliho Tanpa Foto Ketua Golkar Sulut, CEP. (*).
Manado, Swarakawanua.id-Penonaktifan Denny Wowiling alias Dewo sebagai Ketua DPD II partai Golkar Minahasa Utara (Minut), selain desakan kader dan ketua pimpinan kecamatan Beringin Minut, juga merupakan langkah awal menghentikan kegaduhan yang diduga dimotori oleh Dewo untuk desakan Musdalub terhadap kepemimpinan Christiany Eugenie Paruntu alias CEP alias Tetty
Menurut Pengurus DPD I Golkar Sulut diantaranya, Nicky Lumingas, Gerry Wangko dan Danny Rompis, mosi tidak percaya yang ditandatangani 8 dari 10 Pimpinan Golkar kecamatan di kabupaten Minut untuk meminta penonaktifan Dewo adalah persayaratan formal sesuai aturan berdasarkan ADRT partai Golkar.
Para ketua kecamatan juga sudah gaduh terhadap kepemimpinan DeWo sehingga meminta dinonaktifkan dari jabatan ketua.
“Tetapi yang parah adalah pelanggaran moral dan etik sebagai kader Partai Golkar.
Prestasi, dedikasi dan loyalitas menjadi kunci utama bagi setiap kader untuk menimbulkan kepercayaan pimpinan,” ungkap ketiganya kompak kepada Swarakawanua.id.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD I Golkar Sulut Jantje Wowiling Sajow mengatakan, sebagai kader partai tidak boleh cepat lupa diri. “Manis jangan cepat dibuang, setelah menikmati dukungan, bantuan, materi dan lainnya lalu cepat melupakan jasa orang dan membelot alias “balipa (bahasa Manado, Red).
Dia menjelaskan, ketika kisruh musdalub merebak dimotori kader-kader Golkar yang baru saja diangkat melalui SK yang ditandatangani oleh CEP sendiri sebagai ketua DPD. “Saya sudah mengingatkan Ketua DPD I partai Golkar Sulut ibu CEP untuk mewaspadai salah satu ketua DPD , karena membelot sudah menjadi kebiasaan atau budaya,” terang JWS.
Walaupun CEP sendiri tidak melihat katanya 12 ketua DPD II yang menandatangani mosi meminta Musdalub, tapi melihat pernyataan statement ,prilaku dan komunikasi politik, ketika ada syukuran HUT partai Golkar ada Baliho tanpa foto CEP, dan puncaknya ketika pertemuan di GK waktu lalu kuat dugaan JWS Dewo terlibat.
JWS juga mengingatkan ibu CEP agar hati-hati terhadap sepak terjang yang bersangkutan (DeWo, Red).
“Saya ingat dulu ketika diangkat SVR menjadi ketua DPD Partai Golkar Minut bahkan mengantarkan Dewo sampai jadi wakil ketua dewan Minut, ibarat beliau dididik oleh SVR mulai menyusui,TK, SD, sampai sukses jadi sarjana, apa ucapan terima kasih kepada SVR ? “Membelot itu yang diberikan Dewo,” katanya.
“Saya sangat kenal sepak terjang dan prilaku politik Dewo, dulu wakil sekretaris saya di Minahasa, Dewo punya kwalitas kader yang baik, tapi sayang ybs mudah lupa dan cepat berbalik atau membelot,” ujar dia blak-blakan kepada Wartawan Swarakawanua.id.
Hal yg sama dengan mudah dia lakukan kepada CEP.
“Karena itu ibu CEP sudah mengambil sikap tegas bagi yang tidak mau dalam satu gerbong akan segera dilakukan pergantian, langka awal sudah di mulai terhadap ketua partai Golkar Minut,” jelas JWS.
Ketua DPD Partai Golkar Sulut CEP, tdk mau lagi kecolongan terhadap langkah politik DeWo.
“Masih punya waktu 2 tahun lebih untuk bersih bersih,” tegasnya.
Ditegaskanya lagi, ini juga menjadi warning bagi ketua ketua DPD II, jika masih mau bertahan dan mendukung kepemimpinan CEP untuk bersama menangkan AH sebagai presiden, .maka ibu CEP sabagai ketua sangat welcome.
“Mari bersatu menangkan Golkar. Jika tidak langkah tegas akan di ambil, jika tidak puas silahkan lapor ke mahkamah partai,” tegas JWS yang sangat loyal terhadap kepemimpinan CEP sebagai Ketua DPD I Golkar Sulut ini. (Danz).





















