Caption: Jeane Laluyan dan Jurani Rurubua.(*).
Manado, Swarakawanua.id-Kritikan legislator Manado Jurani Rurubua ke Pemkot Manado soal dana insentif rohaniawan tak sama dan kerusakan jalan-jalan di perumahan GPI, hal ini membuat para staf khusus (Stafsus) Walikota Manado kebakaran jenggot.
Tak hanya Stafsus Walikota Manado yakni Felix Panelewen dan Reza Rumambi yang kebakaran, karena legislator Manado dari Fraksi PDIP, Jeane Laluyan ikut berang sekaligus angkat bicara keras.
Pro-kontra Jeane Laluyan dan Jurani Rurubua soal dana insentif rohaniawan Pemkot Manado, membuat hubungan duo legislator cantik ini mulai ‘jauh’ di DPRD kota Manado. Keduanya tampak mulai perang terbuka di media.
Jeane Laluyan menjelaskan secara rinci terkait pemberian dana insentif rohaniawan oleh Pemkot Manado.
Menurutnya, Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang masih menyisihkan dana rohaniawan Rp 2,1 miliar, walau dalam kondisi Pandemi Covid 19.
Dana rohaniawan lanjut dia, telah mendiskreditkan kinerja pemerintah AA-RS yang sekarang ini tengah bekerja untuk rakyat Kota.
Dikatakan Srikandi PDIP paling vokal di DPRD kota Manado ini, Rurubua harus membedakan mana yang Bantuan Sosial (Bansos) dan mana dana insentif bagi rohaniawan.
“Saya sudah berkoordinasi dengan BKSUA dan Kesra mengenai masalah ini, dan saya mendapat penjelasan yang jelas dan masuk akal, karena ini bentuknya dana Insentif bukan Bansos,” jelas dia.
Dikatakannya, sesuai penjelasan pihak BKSUA dan Kesra, bahwa Dana Rohaniwan yang diberikan itu berbeda karena situasi jarak, dan intensitas pelayanan yang berbeda.
Politisi PSI Jurani Rurubua sebelumnya mengapresiasi Pemkot Manado memberikan penghargaan kepada rohaniawan di kota Manado berupa dana insentif.
Hanya saja, Jurani Rurubua menyentil pemberian insentif rohaniawan yang besarannya berbeda-beda.
Jurani Rurubua menuturkan, pemberian dana insentif harusnya merata diberikan kepada semua rohaniawan di kota Manado.
Seperti halnya Pemkot Manado sebelumnya, serta kabupaten/kota lainnya di Sulut, yang tidak membeda-bedakan insentif bagi rohaniawan. Karena rohaniawan adalah wakil Allah di dunia.
“Harusnya dana insentif itu diberikan sama kepada rohaniawan,” kata Jurani Rurubua.
Saling kritik di media, membuat Jeane Laluyan dan Jurani Rurubua mulai perang terbuka di lembaga dewan Manado. (Danz*).






















