Pendeta Cantik Hamba Pembaharuan GMIM, Magritha Dalos Didoakan Jemaat di Tanah Minahasa

Caption: Pendeta Magritha Clara Dalos, MTh. (*).

Manado, Swarakawanua.id-Nama Pendeta Magritha Carla Dalos MTh terus menjadi perbincangan hangat di kalangan warga GMIM jelang pemilihan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM periode 2022-2027 pada bulan Maret nanti.

Jiwa keteladanan serta sosok seorang hamba ini yang membuat pendeta cantik ini sangat dirindukan dan harapan anggota jemaat untuk menjadi hamba pembaharuan di lingkup Sinode GMIM.

Caption: Pendeta Magritha Clara Dalos, MTh. (*).

Harapan warga GMIM adanya sebuah reformasi pelayanan dengan kehadiran seorang figur perempuan untuk masuk BPMS GMIM.

Bahkan warga GMIM sangat berharap Pendeta Magritha Klara Dalos akan benar-benar menjadi seorang hamba Tuhan dalam pelayanan gerejawi di lingkup wilayah GMIM.

Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) di GMIM Efata Pangiang Penatua Ritha Siahaya SKep menuturkan, warga GMIM punya satu harapan akan peningkatan pelayanan di anggota jemaat serta tubuh Sinode GMIM.

Penatua Ritha Siahaya berharap anggota jemaat bisa menopang doa dalam proses Pemilihan Pelayan Khusus (Pelsus) terutama BPMS pada bulan mendatang nanti.


“Mari kita topang dalam doa pesta iman pemilihan BPMS periode 2022-2027,” ucap dia. Dia juga meminta warga GMIM untuk meluangkan waktu sejenak mendoakan figur -figur yang akan masuk BPMS termasuk seorang perempuan yakni Pendeta Magritha Clara Dalos dalam mempersiapkan diri maju di kegiatan pemilihan.

“Biar Tuhan memilih para pemimpin-pemimpin Sinode GMIM yang masuk BPMS,” ujar dia. Lanjut dia, sebagai fugur perempuan, pendeta Magritha Clara Dalos adalah sosok perempuan yang kuat dan punya komitmen dalam melayani Tuhan dan anggota jemaat. Sehingga sebagai Pelayan Khusus (Pelsus) di GMIM Efrata Pangian punya harapan dan kerinduan yang sama warga GMIMz agar sosok perempuan bisa mecetak sejarah perubahan pelayanan di tubuh Sinode GMIM lewat kepemimpinan Pendeta Clara Dalos nantinya.

Caption: Pendeta Magritha Clara Dalos, MTh. (*).

Lanjut dia, pemimpin Sinode GMIM ke depan adalah figur pelayan Tuhan yang rendah hati, menyerahkan hidup kepada Tuhan dan benar-benar dekat dengan Tuhan.

“Ibu pendeta Magritha Dalos merupakan salah satu sosok wanita yang benar-benar dipakai Tuhan di jaman ini, untuk menghidupi kehidupan jemaat di Tanah Minahasa.
Dimana kalau bukan Tuhan yang menolongnya, istri dari dokter Berty Tangel (Almarhum) tak mungkin bisa membesarkan 5 anak perempuannya, dan boleh menanamkan nilai-nilai Firman Tuhan bagi keluarga dan anak-anaknya. Pendeta seorang Single Parent yang kuat dan sangat rendah hati,” ujarnya.

Dia mengatakan, Jika Tuhan berkenan, ibu Pdt Dalos dipakaiNya untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan, memimpin GerejaNya, dan terlebih Gereja Masehi Injili di Minahasa, dalam terang kasih Kristus, Sang Kepala Gereja yg agung, untuk membawa Gereja ini, yaitu JemaatNya, semakin hari semakin serupa dengan Kristus, mengalami kedewasaan iman, menuju pada Gereja yg Am dan Rasuli dan Menuju pada persekutuan tubuh Kristus yang penuh dengan kasih mesra, saling mengasihi dan membangun dalam pelayanan Kristus. (Danz*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *