Caption: Tim Masamper WKI GMIM Efata Pangiang. (*).
Manado, Swarakawanua.id-Tulude merupakan acara adat tahunan yang diwariskan para leluhur masyarakat Nusa Utara meliputi Sangihe, Talaud dan Sitaro.
Acara yang setiap tahunnya digelar sebagai wujud ungkapan syukur umat terhadap pemeliharaan Tuhan, ikut disyukuri oleh Jemaat GMIM Efata Pangiang yang berada di kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, kota Manado.
Kegiatan syukuran Tulude dalam ibadah pagi sekitar pukul 10.30 Wita dipimpin langsung Ketua BPMJ Efata Pangiang, Pdt Jemmy Denna Poluakan, STh.
Dalam Khotbah, Poluakan menekankan bahwa acara Tulude ini merupakan hajatan iman bagi warga Nusa Utara yang harus terus dipelihara budaya yang diwariskan sampai saat ini. “Acara Tulude adalah ungkapan syukur umat Manusia atas berkat yang Tuhan berikan pada tahun 2021. Dan kedua, meminta kepada Tuhan untuk menjauhi seluruh marah bahaya, berupa penyakit, kecelakaan serta berbagai ancaman musibah sepanjang tahun 2022,” ucap Pendeta Jemmy Poluakan.

Lewat hajatan ini juga, jemaat GMIM Efata Pangiang memanjat syukur bersama selama tahun 2021 dan memohon penyertaan dan keberkatan di tahun 2022 melalui gelaran Tulude.
“Menjadi sukacita bersama karena Tulude tahun ini bisa dilaksanakan bersama-sama. Janagan pernah merasa bangga jadi orang Sangihe tapi tidak tahu bahasa Sangihe. Jangan bangga tahu bahasa Inggris tapi tidak tahu bahasa Sangihe. Harus bangga jadi bangga jadi orang Sangihe dan tahu bahasa daerah,” ucapnya.

Kegiatan Tulude juga diwarnai lagu-lagu ungkapan syukur dalam kegiatan peribadatan oleh masing-masing kolom di lingkup GMIM Efata Pangiang.

Usai ibadah dilanjutkan dengan kegiatan pemotongan Kue.Adat oleh Penatua Ismail Manis yang diawali dengan ungkapan bahasa daerah Sangihe. Tim Masamper WKI GMIM Efata Pangiang ikut mewarnai syukuran acara Tulude dan Masamper Maestro dalam ibadah pagi tersebut. (Danz).





















