Pasangan Kepala Daerah Belajar dari Kesetiaan Steven Kandouw ke Olly (Catatan: Dance Siahaya).

Manado, Swarakawanua.id-Pasangan kepala daerah (Bupati dan Wakil Bupati/Wali Kota dan Wakil Wali Kota ataupun Gubernur dan Wakil Gubernur) di Indonesia hubungan kerjanya hampir sebagian besar tidak harmonis bahkan retak dan ujung-ujungnya ‘cerai’ pada periode selanjutnya.

Hubungan tidak harmonis kepala daerah dan wakil kepala daerah akan mempengaruhi kinerja pemerintahan dalam kegiatan pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyatnya sendiri.

Padahal, kalau hubungan keduanya harmonis, kinerja pemerintahan akan maksimal dan daerah itu akan semakin maju.

Sebenarnya pemerintah telah berupaya mengantisipasi masalah ini dengan pilihan Undang-Undang kepala daerah agar mereka kerja sesuai dengan tupoksi baik walikota/wakil walikota/bupati/wakil bupati dan gubernur/wakil gubernur.

Pengalaman di sejumlah daerah, membuktikan keharmonisan antara bupati/wali kota dan gubernur dengan wakilnya hanya bertahan antara enam bulan hingga satu tahun pemerintahan setelah mereka lantik sebagai pasangan kepala daerah.

Sesudah itu, mulai muncul konflik dan hubungan mereka menjadi tidak harmonis. Ketidakharmonisan itu biasanya diakibatkan karena kurangnya komunikasi, konflik kepentingan, dan tidak memahami tugas masing-masing.

Salah satu masalah krusial di daerah adalah sejumlah wakil bupati/wakil wali kota ataupun wakil gubernur tidak bisa menahan diri serta menyadari akan tugasnya sebagai seorang wakil.

Sebaliknya, seorang bupati/wali kota ataupun gubernur tidak memiliki leadership yang baik untuk dapat memobilisasi potensi pasangannya.

Padahal pada masa-masa pencalonan kepala daerah dan wakil kepala daerah punya satu komitmen menjaga hubungan kerja dan komitmen program bagi rakyatnya.

Namun seiring dalam menjalankan pemerintahan, hubungan tidak harmonis itu muncul karena dipengaruhi konflik kepentingan termasuk tim sukses dan orang-orang dekat kepala daerah maupun wakil kepala daerah.

Namun konflik kepala daerah dan wakil kepala daerah di Indonesia termasuk di wilayah Sulut, harus belajar dari sosok Wakil Gubernur Sulut, Drs. Steven Kandouw yang sangat setia terhadap Kepala Daerahnya, Olly Dondokambey.

Steven Kandouw sebagai wakil Gubernur Sulut sangat menjaga hubungan kerja dengan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey. Hubungan kerja keduanya langgeng hingga masuk periode kedua kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK) di Sulawesi Utara.

Itu karena Steven Kandouw kerja sesuai dengan tupoksi seorang wakil Gubernur Sulut dan tidak pernah melangkahi kapasitas Gubernur Sulut dalam bekerja.

Selain itu juga, Steven Kandouw mampu menjalin komunikasi sebagai seorang Wagub dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Dia tidak pernah melangkahi tugas-tugasnya sebagai seorang wakil gubernur, walaupun Steven Kandouw (SK) dengan Olly Dondokambey adalah sahabat di partai PDIP.

Namun Steven Kandouw sangat menyadari bahwa dia hanyalah seorang wakil gubenur yang tugas untuk membantu Gubernur Sulut Olly Dondokambey menjalankan tugas pemerintahan dalam membangun daerah dan mensejahterakan rakyat Sulawesi Utara.
.
Membangun hubungan kerja harmonis yang manis dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey membuat dirinya mendapat kepercayaan dari Olly Dondokambey dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

Bahkan pelantikan-pelantikan penjabat eselon II/III bahkan IV, Olly Dondokambey sangat mempercayai wakilnya Steven Kandouw dalam kegiatan birokrat.

Itu karena komitmen kuat Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK) dibangun sejak Suksesi pertama di Pilgub 9 Desember 2015 OD-SK leading 52 persen atas dua pesaingnya yakni Benny Mamoto-David Bobihoe serta Maya Rumantir-Glany Kairupan. ODSK keluar sebagai pemenang dsn dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 12 Februari 2016.

Kemudian komitmen duet pasangan PDI-Perjuangan itu kembali dibuktikan pada Pilgub 2020.

ODSK unggul atas Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar serta Vonny Panambunan-Hendry Runtuwene itu. Keduanya dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara pada 15 Februari 2021.

Hingga periode kedua ini, tidak ada isu atau cerita-cerita miring masyarakat keretakan hubungan ODSK, sehingga mereka menjadi teladan dalam memimpin.

Bahkan hubungan keduanya justru tambah harmonis karena hampir semua kabupaten/kota di Sulut dipegang kepala dan wakil kepala daerah dari PDIP.

Hubungan manis dan loyalitas Steven Kandouw kepada Olly membuat dia disebut-sebut kader sejati PDIP yang akan dikaderkan Olly, untuk melanjutkan kepemimpinan yang teladan di Bumi Nyiur Melambai.

Kesetiaan Steven Kandouw mendampingi Olly Dondokambey ibarat pasangan suami-istri ini, harus diteladani oleh bupati/wakil, walikota dan wakil kepala daerah di Sulut. Itu karena belakangan ini muncul isu hubungan bupati/Wabup dan walikota/wakil walikota tidak harmonis di Sulut.

Sehingga kesetiaan Steven Kandouw ke Olly Dondokambey harus diadopsi oleh bupati/Wabup dan walikota/wawali dalam menjaga hubungan kerja menjalankan roda pemerintahan.

Dimana sangat memahami tupoksi kerja serta melakukan komunikasi manis dalam pengambilan sebuah kebijakan pemerintahan kepada masyarakat. Dan terlebih tidak pernah bertindak sebagai seorang kepala daerah, karena sangat menyadari posisinya adalah seorang wakil yang tugas membantu kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan secara bersama-sama. (Danz*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *