Minahasa swarakawanua.id- Dalam rangka hari Bhakti Pemasyarakatan ke- 58, lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Tondano melaksanakan salah satu Program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan peduli UMKM, Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tondano Utara, Sabtu (25/4/2022).
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan dukungan terhadap pelaku usaha mikro. Pada pelaksanaannya Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano, Margono, Amd.IP, SH, MH beserta jajaran menyerahkan secara langsung bantuan kepada masyarakat pelaku usaha mikro lewat penyerahan satu unit Gerobak.
“Kegiatan ini selain dalam rangka memeriahkan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 58, tetapi juga merupakan implementasi dari program Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Bapak Reinhard Silitonga, tentang Prinsip Dasar Pemasyarakatan (Back to Basic) yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan kepada warga binaan, tetapi juga bagaimana kita meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Mergono.
Pada Kesempatan yang sama, Bapak Samsudin dan ibu Ineke yang mendapatkan bantuan satu unit gerobak ini begitu antusias dan bahagia menerima bantuan bantuan dari Lapas Tondano.
“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ka Lapas Tondano, Pak Margono, yang susah memberikan bantuan kepada kami berupa satu unit Gerobak,”Kata Samaudin.
“Kami memang membutuhkan gerobak dalam melanjutkan usaha kami ini, karena gerobak kami yang lama ini, sudah tidak layak pakai” Sambung Ineke.

Kalapas pun berharap, dengan adanya bantuan ini, dapat membantu usaha dari bapak dan ibu.
“Semoga dengan adanya bantuan satu unit gerobak ini dapat membantu bapak Samsudin dan ibu Ineke dalam melanjutkan usahanya dan semoga Tuhan membukakan pintu -pintu berkatnya dalam usaha yang dilakukan oleh bapak dan ibu”. Tutur Kalapas.
Pelaksanaan Kegiatan ini tentunya tidak terlepas dari arahan pimpinan dalam hal ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulut, Bapak Haris Sukamto, yang selalu menekankan tentang pentingnya meningkatkan pelayanan kepada warga binaan dan juga terhadap masyarakat umum dalam berbagai aspek kehidupan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi dan memajukan para pelaku usaha mikro, pasca covid-19 yang membatasi ruang gerak masyarakat.
(Echa)



























