Minut, Swarakawanua.id – Bersama dengan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Minahasa Utara (Minut) terpilih sebagai salah satu Daerah dilaksanakannya kegiatan penyerahan bantuan bibit Kelapa, Jagung, dan Pemipil Jagung dari Kementerian Pertanian yang langsung di serahkan oleh Inspektorat Jendral Kementerian Pertanian sekaligus mengadakan sosialisasi sinergitas pengawasan serta kunjungan lapangan Rabu (17/5/22) di JG Center.

Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Sinergi Pengawasan dengan Mitra Bapak Jan Samuel Maringka memuji tagline Sulawesi Utara (Sulut) ‘Mari Jo Ba Kobong’ yang implementasinya bukan hanya sekedar teori namun telah di praktekan. Kata dia, ini merupakan contoh bagaimana Sulut bisa melewati masa kritis Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
“Masyarakata sebenarnya adalah Masyarakat agraris, kini yang dilakukan Kementerian Pertanian adalah justru memperkuat dalam rangka membentuk Ketahanan Pangan. Terlebih meningkatkan Kedaulatan Pangan yang artinya bahwa kita mampu berdiri diatas kaki kita sendiri dengan kekuatan pertanian kita sendiri,” kata Maringka.

Ditempat yang sama juga, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan bahwa Kegiatan Pertanian di Sulawesi Utara dalam situasi Pandemi Covid 19 sangat menopang Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat. Dimana pada tahun 2020, Pertumbuhan -0,9%, namun masuk tahun 2021 mencapai +4,17 Pertumbuhan Ekonomi di Sulut.
“23% disumbangkan dari sektor Pertanian. Karena memang Program kita langsung berubah dengan Program Mari Jo ba kobong artinya mari kita kembali kepada Pertanian. Semangat bertani Masyarakat membawa Motivasi baru hingga saat ini,” beber OD.

Sementara Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menyambut baik dan mengapresiasi serta berterimakasih atas dipilihnya Kabupaten Minahasa Utara menjadi tempat kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sebagai Sinergitas untuk mensukseskan Program Pembangunan Pertanian dalam menjaga Ketahanan Pangan Nasional,” ucap Bupati.
“Minut memiliki potensi lahan Perkebunan seluas 49.884 hektar dengan luas lahan sawah 4.106 Hektar yang masuk lahan pertanian pangan berkelanjutan seluas 2.351 hektar. Program Peningkatan Komoditi dan Produktifitas Pertanian sedang dan akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2022,” tambah Bupati.

Turut hadir Inspektur III dan IV, Irjen Kementerian bersama jajaran, Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Hendratmo Bagus, Bupati Minsel Franky Wongkar, Bupati MinahasaRoyke Roring, Wakil Bupati Minut Kevin Lotulung, Pj. Sekds Minut Rovino Dondokambey, Forkopimda Minut, Kajari Minut, Kapolres Minut.

(Mesakh)



























