Bupati Unik, James Sumendap Harga Diri Panji Yosua ke Senayan ( Catatan: Dance Siahaya)

Caption: Bupati Mitra Yang Juga Panglima Panji Yosua, James Sumendap, SH, MH.(*).

Manado, Swarakawanua.id-Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH, MH, tergolong pejabat negara paling unik di Indonesia saat ini.

Stylis dengan potongan rambut panjang menjadi keunikan bagi Bupati Mitra ini. Dan keunikan ini, tak ada pada bupati/walikota se-Indonesia. Penampilan yang sederhana dan gaya bahasa yang blak-blakan membuat JS sangat disenangi publik. Beliau tampil apa adanya, tidak seperti bupati/walikota lainnya di Sulut, selalu menjaga wibawa kepada masyarakat.

Tapi, inilah kelebihan dan ketertarikan publik terhadap sosok James Sumendap yang merupakan kader potensial PDIP Sulut saat ini. Dia mampu menarik perhatian publik dengan gayanya sendiri dan bukan dibuat-buat atau disetting untuk menyedot perhatian masyarakat.

Lepas dari gayanya dan penampilannya, James Sumendap akan mengakhiri periodesasi bupati pada September 2023, tahun mendatang.

Setelah selesai jabat Bupati Mitra, maka figur populis di kalangan kader Banteng julukan PDIP ini, sudah pasti tak ingin mengakhiri karier politiknya. Nyawa politik masih menyala-nyala di figur James Sumendap.

Maju di Senayan pada Iven politik Pemilu 2024 merupakan langkah politik yang harus diambil oleh JS, sebutan Bupati Mitra, James Sumendap.

JS tidak boleh ketinggalan momen 2024. Posisi Caleg DPR-RI, harus menjadi proyeksi politik JS ke gedung Senayan.

Itu Karena JS sudah pernah dua periode di DPRD Sulut sehingga tak mungkin dia akan menuju Gedung Kairagi julukan kantor DPRD Sulut, kembali.

Karena istrinya juga saat ini menjabat anggota DPRD Sulut dari Dapil Minsel-Mitra. Terburuk pun, dia tak mungkin turun di DPRD Kabupaten Mitra, karena JS saat ini orang nomor satu di kabupaten tersebut.

Selain Bupati Mitra, JS punya tanggung jawab besar di pelayanan gerejawi wilayah GMIM. Dimana JS saat ini dipercayakan memangku jabatan Panglima Panji Yosua P/KB GMIM yang dipimpin Penatua Maurits Mantiri yang adalah Walikota Bitung.

Karena itu tanpa disadari, Panji Yosua menjadi salah satu gerbong terbesar James Sumendap menuju Senayan. Memang JS selalu memisahkan pelayanan dan politik dalam berbagai agenda kegiatan baik protokoler bupati maupun pelayanan gerejawi. Tapi, bagi kalangan Panji Yosua, JS adalah ‘harga diri’ organisasi P/KB GMIM sebagai Panglima Panji Yosua. Namun begitu, harga diri massa Panji Yosua patut dipertanyakan militansi mereka. Karena belajar dari pengalaman Pilcaleg 2019, Panglima Panji Yosua yakni James Karinda SH, MH yang maju di Caleg DPR-RI dari partai Demokrat, tidak didukung penuh pasukkan Panji Yosua sehingga gagal menuju ke gedung Senayan.

Padahal pasukkan Panji Yosua ada ratusan ribu orang, namun militansi memilih James Karinda waktu itu hanya sekitar 10 persen.

Karena itu, militansi pasukkan Panji Yosua harus kembali dibakar supaya loyal terhadap organisasi dan Panglima ‘Perang’ Panji Yosua yakni James Sumendap, tak boleh pudar. Sehingga Panglima Panji Yosua akan mulus menuju DPR-RI di Iven politik 2024 mendatang.

Karena organisasi besar di Sulut yakni Panji Yosua sangat disayangkan jika tidak mampu menghantar Panglimanya duduk di Senayan, apalagi maju dari partai PDI-P yang adalah penguasa negara bahkan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“JS adalah harga diri Panji Yosua di 2024. Panji Yosua bukan organisasi politik tapi sangat wajar torang mendukung torang pe Panglima kalau maju di DPR-RI. Dan ini harus menjadi harga mati bahkan harga diri semua anggota Panji Yosua yang capai ratusan ribu di wilayah GMIM,” ucap Rhoma Kalengkongan, pengurus P/KB GMIM Sion Teling.

Begitu juga disampaikan Ongen Rangwotwat. P/KB GMIM dari Dendengan Dalam (Dendal). Militansi anggot Panji Yosua jangan sampai termakan ‘politik’ lain, sehingga loyal terhadap organisasi meredup termasuk membawa Panglima JS ke Senayan jangan sampai padam. (Danz*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed