Minut, Swarakwanua.id – Lagi nama Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda dijadikan tameng untuk meminta sejumlah uang kepada salah satu pimpinan perusahaan yang ada di Minut.
Selasa (23/8/22) lalu, dari salah satu pimpinan perushaan menginformasikan jika oknum membawa nama Bupati Joune Ganda dan terindikasi mengaku sebagai salah satu Aspri.
Menurut pengakuannya oknum Aspri tersebut menelpon dan mengatakan jika Bupati Joune Ganda ingin berbicara.
“Kejadiannya waktu itu dua bulan lalu, Aspri ini menelpon jika pak Bupati ingin bicara. Tentu saya kaget, ada apa sampai Bupati langsung ingin berbicara kepada saya,” tuturnya yang enggan namanya disebutkan.
Dalam pembicaraan itu, Aspri mengatakan jika bupati lagi sementara rapat. Usai rapat bupati akan menelpon langsung. “Setelah dua jam, tiba-tiba ada yang menelpon dengan nomor lain dan mengaku sebagai bupati,” ungkapnya.
Dalam percakapan, bupati meminta pertolongan kepada pimpinan perusahaan untuk menyiapkan uang sebesar Rp30 juta.”Anehnya, dalam benak saya kok bisa seorang bupati ngomong seperti itu. Tapi saya terus saja melayani percakapan dengan oknum tersebut,” ucapnya.
Disinggung apa tujuan orang yang mengaku bupati meminta uang, sang pemilik perusahaan mengaku katanya untuk membantu teman yang akan turun dari bandara setelah tiba di Manado.
“Menurut dia yang entah bupati atau bukan, jika dirinya hanya ingin membantu teman, karena temannya ini yang berjuang waktu Pilkada sehingga dirinya bisa menjadi bupati saat ini,” bebernya.
Karena diberi keyakinan, pimpinan perusahaan akhirnya menyetujui akan menstransfer uang Rp30 juta itu.
“Namun kemari-kemari saya makin curiga, nomor yang mengaku bupati terus menelpon. Dan saat meminta nomor rekening, yang mengaku bupati ini tidak kunjung memberikan. Bahkan dia mengatakan akan memerintahkan Asprinya yang akan mengambil uang tersebut,” terangnya.
Namun seakan tidak ada kepastian, sang pemilik perusahaan enggan lagi menanggapi. Bahkan dirinya mengaku terus di telepon yang mengaku bupati, tapi dirinya enggan merespon.
Pengamat Pemerintahan Sulut Rusly Ma’ruf saat dikonfirmasi terkait ini mengatakan, hal seperti itu memang kerap terjadi membawa-bawa nama seorang pimpinan.
“Dalam artian kasarnya ‘menakut-nakuti’ untuk memenuhi kemauan mereka. Untuk itu, sebaiknya permasalahan ini segera dibawa ke ranah hukum, agar pihak yang berkompoten melakukan penyelidikan, karena ini unsurnya merusak nama baik seseorang,” tegas Ma’ruf. (Mesakh)





















