Proyek Jalan Paving di Desa Maliku Amburadul, Baru 5 Hari Sudah Hancur

Caption: Dari Kiri, Kondisi Jalan Paving Dikerjakan di Desa Maliku. Foto Berny Tumewang

Amurang,SwaraKawanua.ID-Pembangunan peningkatan infrastruktur fasilitas publik di desa Maliku, kecamatan Amurang Timur, Minahasa Selatan (Minsel), disoroti tajam tokoh masyarakat di desa setempat. Pasalnya, pembangunan jalan Paving lewat anggaran Pemkab Minsel di desa Maliku disinyalir kuat sarat penyimpangan. Indikasi penyimpangan terkuak karena baru lima hari dipakai warga jalan tersebut sudah hancur.

Tokoh masyarakat desa Maaliku, Berny Tumewang mengungkapkan, proyek yang dikerjakan di desa Maliku tanpa papan proyek. “Ini proyek dorang ada bekeng asal jadi, karena baru lima hari so ancor,” terang Berny Tumewang yang juga Sekretaris Jemaat GMIM Maranatha Maliku ini.

Bukan itu saja, masyarakat juga tidak tahu volume kerja bahkan anggaran proyek karena tidak ada papan proyek. “Pembangunan jalan paving desa Maliku dari aggaran APBD-Perubahan Minsel 2020, diduga kuat amburadul dikerjakan. Beton pinggiran tidak memakai batu/krikil dan baru 5 hari so ancor bahkan masyarakat nda tau CV dan jumlah anggaran,” bebernya kepada SwaraKawanua.ID.

Dia mengatakan, masyarakat desa Maliku sangat senang pemerintah memperhatikan daerah itu lewat proyek fasilitas publik, namun sayangnya pekerjaan paving sangat menyedihkan. “Torang senang ada proyek yang masuk ke desa Maliku tapi dorang kerja asal jadi,” tutup Sekretaris PDIP Ranting desa Maliku ini. (Bny/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *