Caption Foto: Terima Penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden RI, Jokowi. (*).
Manado, Swarakawanua.id-Tokoh Nasional asal Sulawesi Utara (Sulut), Irjen Pol (Purn) Dr, Ronny F. Sompie, SH, MH, namanya tidak asing lagi di telinga warga Bumi Nyiur Melambai.

Foto kelas VI SD GMIM Sukur, kecamatan AirmadidiIni foto kelas VI SD GMIM Sukur, kecamatan Airmadidi

Foto SMP Neg Aermadidi.

Foto SMA di SMA Neg 7 Manado (dulu depe nama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan Negeri 29 Manado) lulus tahun 1980.Foto SMA di SMA Neg 7 Manado (dulu depe nama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan Negeri 29 Manado) lulus tahun 1980.(*).
Segudang prestasi sudah diukur Polisi Bintang Dua ini sejak mengeyam pendidikan mulai duduk di bangku sekolah Dasar (SD) hingga lulus AKABRI (sekarang Akademi TNI dan Akademi Kepolisian).

Tahun 1984 lulus dari AKPOL

Tahun 1986 maso STIK – PTIK sebagai Sekretaris 2 Senat PMIKTahun 1986 maso STIK – PTIK sebagai Sekretaris 2 Senat PMIK. (*).

Tahun 1988 lulus dari STIK – PTIK di Jakarta berpangkat Letnan SatuTahun 1988 lulus dari STIK – PTIK di Jakarta berpangkat Letnan Satu. (*).

Kapolsekta Pabean Cantikan Surabaya tahun 1991Kapolsekta Pabean Cantikan Surabaya tahun 1991. (*).
Putra asli Tonsea asal Desa Sukur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) ini, memiliki segudang pengalaman selama tugasnya di POLRI dan ASN (Aparatur Sipil Negara). Jabatan-jabatan strategis digenggamnya hingga lelaki low profile dan taat terhadap agama ini, mendapatkan Penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Ronny Sompie diberikan penghargaan demikian, dengan alasan yaitu penilaian bahwa dirinya selaku Dirjen Imigrasi telah melakukan kinerja yg melebihi dari tugas dan fungsi sebagai Dirjen Imigrasi dengan cara melakukan upaya pencegahan terjadinya PMI ilegal (tidak sesuai prosedur ketenagakerjaan yg diatur oleh Kemenaker dan BP2MI).

Maso pendidikan Sespim Polri (Sekolah Staf dan Pimpinan Polri) tahun 1999 – 2000 sebagai Ketua Angkatan Perwira Siswa Sespim Polri Angkatan ke 35.. (*).


Sehingga berkurang jumlah korban perdagangan orang di luar negeri sejak tahun 2017 – 2019.
MENGENAL SOSOK RONNY SOMPIE
Ronny Sompie lahir di Jalan Ikan Mungsing Tanjung Perak, Surabaya, 17 September 1961. Semenjak kecil ia sudah mendapat didikan tegas dan sarat disiplin maupun etika di dalam keluarga terlebih ayahnya yang adalah seorang prajurit TNI AL yakni Gimon Maxmillian Sompie.
Masa kecil Sompie, tidak seperti anak sebaya lainnya. Ronny Sompie harus berpindah-pindah daerah tempat tinggal, mengikuti tugas sang ayah sebagai seorang prajurit TNI-AL.

Foto: Kapolda Bali 2015.


Foto: Dirjen imgrasi KemenkumHam
Pada tahun 1965, Sompie dibawa oleh orang tuanya ke Balikpapan saat ayahnya pindah tugas ke Lanal Balikpapan.
Sompie sendiri mulai mengenyam pendidikan dasar setelah orang tuanya pindah tugas ke Lantamal VII Manado (dahulu bernama Daerah TNI AL 6 Manado).
Bersekolah di SD GMIM Sukur, Kecamatan Airmadidi, Minahasa. Lulus SD pada tahun 1973, Sompie menduduki rangking kedua setelah saudara sepupunya Willem Dungus.

Menerima Piagam Penghargaan Ranking 2 bidang pendidikan dan Ranking 1 bidang Fisik saat Wisuda STIK – PTIK Jakarta tahun 1988.(*).

Sompie melanjutkan pendidikan menengahnya di SMP Negeri Airmadidi dan lulus pada tahun 1976. Lalu lelaki yang hobi terhadap olahraga beladiri dan tenis meja ini menyelesaikan jenjang pendidikan menengah atasnya di SMPP Negeri 29 Manado (sekarang SMA Negeri 7 Manado).

Peserta berbusana terbaik tahun 2000 di Sespim Polri dengan pakaian adat Sunda, ketika masih menjabat Kasat Reskrim Polwiltabes Bandung..(*).



Bermodalkan pendidikan serta wejangan-wejangan dari orang tua, sekolah dan lingkungannya, Sompie kemudian memilih melanjutkan hidupnya untuk mengabdikan kepada Nusa dan Bangsa dengan mendaftar ke AKABRI (sekarang Akademi TNI dan Akademi Kepolisian), dan diterima.
Selanjutnya, Kurang lebih empat tahun lamanya mengenyam pendidikan di Akademi Kepolisian, skemudian dilantik menjadi anggota Polri dengan pangkat Letnan Dua (sekarang Inspektur Dua atau IPDA) pada tahun 1984.

Foto2: Saat Menerima Bintang Jasa Utama dari Presiden RI.

Kiprah tugas di Polri, Sompie sempat ditugaskan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Jabatan strategis di POLRI sempat digenggamnya diantaranya.
Wakapolres Metro Polda Metro Jaya (1997), Kapolres Gresik (2001), Kapolres Sidoarjo (2003), Direktur Narkoba Polda Jatim (2004), Direktur Reserse Polda Sumut (2006), Kapolwiltabes Surabaya Polda Jatim (2009), Kadiv Humas Polri (2013), dan jabatan terakhir di lingkup POLRI sebelum beralih status ke ASN yakni Kapolda Bali (2015).
Irjen Pol (Purn) Dr Ronny F. Sompie juga sempat duduk di bangku Mahasiswa PTIK (sekarang STIK-PTIK) pada tahun 1986-1988.
Di bangku Kuliah, Sompie merupakan salah satu mahasiswa berprestasi, karena dikenal berotak encer. Dimana pada tahun 1986 masuk STIK – PTIK sebagai Sekretaris 2 Senat PMIK.



Pada Tahun 1988 lulus dari STIK – PTIK di Jakarta, mendongkrak karier Ronny Sompie. Dia kemudian berpangkat Letnan Satu.
Terakhir ia menjabat di Ditjen Imigrasi Kemenkumham sebagai Analis Keimigrasian Ahli Utama. Mulanya, Ronny Sompie menjabat Dirjen Imigrasi kala alih status dari anggota Polri menjadi ASN pada tahun 2015 silam. (Danz*).






















