
Minahasa swarakawanua.id- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Tommy Wuwungan berikan Penjelasan terkait dugaan kasus kekerasan dan penganiayaan kepada perempuan yang diketahui adalah seorang kepala sekolah (Kepsek) di salah satu SD Negeri di Kabupaten Minahasa berininisal (SG) 50-an.
Peristiwa kriminal yang menimpa Kepsek itu terjadi pada Selasa (24/10/2023), sekira pukul 07.15 WITA di rumah dinas (rudis) di Kelurah Wawalintoan, Kecamatan Tondano Barat, Minahasa.
Kepala dinas mengatakan, dari dinas sendiri langsung bergerak menanggapi laporan dengan memerintahkan kepala bidang Frangky Waworuntu untuk segera ke sekolah itu.
“Kami dari dinas langsung turun ke sekolah itu setelah menerima laporan. Namun karena kasus ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib, maka kami dari dinas menunggu hasil putusan kepolisian. Setelah itu, baru kami bisa mengambil langkah selanjutnya,” ucap kadis pada media ini melalui telpon Senin (30/10/2023).
Diketahui pria JK alias Joli warga Kelurahan Rerewokan, Kecamatan Tondano Barat, yang juga diketahui suami dari salah seorang guru, diduga kuat melakukan penganiayaan kepada oknum salah satu Kepsek di Minahasa.
Peristiwa penganiayaan terjadi salah satu rumah dinas sekolah negeri tersebut. Terduga pelaku juga diketahui tinggal untuk berjualan di rudis tersebut kemudian aniaya kepsek di sekolah tersebut.
Sepintas kronologi kejadian yang dijelaskan ibu kepala sekolah kepada media ini, “Pagi itu, karena sudah tidak ada parkiran di bawah,maka saya parkir mobil di atas. Otomatis mau masuk sekolah harus lewat rudis itu. Saat saya mau lewat, saya sudah diteriaki setan oleh terduga pelaku, saya tidak menghiraukan dan terus berjalan. tiba-tiba pelaku mendorong saya. Terjadi adu mulut, kemudian saya dikunci dan pelaku menarik saya, kemudian membenturkan saya di pintu. Dia juga kembali membuka pintu dan mendorong saya keluar dari rudis,” jelas korban.
Dari perbuatan terduga pelaku, korban mengalami luka lebam di lengan, dan pundak.
Sebelum penganiayaan ini terjadi, terduga pelaku sudah pernah melakukan perbuatan tidak terpuji dengan memaki-maki korban di depan orang-orang tua murid beberapa bulan yang lalu, dengan kata-kata makian ‘Babi ngana, kepala sekolah babi, kepala sekolah tai’.(tim red)






















