Dampak Asmara Seorang Pemuda Nekad Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

Swarakawanua.id, Talaud – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud, khususnya Kecamatan Beo digemparkan dengan adanya peristiwa gantung diri hingga tewas seorang pemuda berinisial APN alias (Putra) 17 tahun, Senin (30/10/2023).

Peristiwa tewasnya lelaki kelahiran Ensem yang berdomisili di Marumun Lingkungan II Kelurahan Beo Barat dilaporkan ke Polsek Beo oleh lelaki bernama Sahrul sekitar pukul 10.50 Wita.

” Lelaki atas nama Sahrul melaporkan bahwa ditemukan di rumah Bapak YN  seseorang bunuh diri dengan cara menggantung diri, “ujar Kapolsek Beo AKP Jakop Lambunan

Terkait peristiwa tersebut, kepolisian kemudian mengambil keterangan dari orang dekat korban, termasuk pacar korban seorang perempuan berinisial (DS) alias Ani 16 tahun.

(DS) mengakui dirinya dengan korban berpacaran, dan dalam hubungan asmara yang dijalani keduanya sering terjadi  pertikaian. Pertikaian terjadi karena korban sering memaksa untuk bertemu namun saksi tidak ingin bertemu karena saksi tinggal bersama keluarga saksi, dan saksi sering tidak diizinkan untuk keluar.

” Kemudian dijelaskan juga bahwa pertikaian seperti ini sering terjadi dan korban sering mengancam bahwa akan bunuh diri ketika masalah tidak diselesaikan, seperti sebelumnya yang pernah terjadi pertikaian kecil karena masalah chatting WA tidak dibalas,

Korban pernah mengancam bahwa akan bunuh diri dengan menggunakan senjata tajam maka dengan adanya ancaman-ancaman dari korban tersebut saksi sering tidak percaya dan mengabaikan ancaman dari korban tersebut karena korban sering tidak serius untuk mengancam tersebut, ” ungkap Lambunan

” Ditambahkan dari sumber bahwa komunikasi terakhir dengan korban terjadi kurang lebih Minggu (29/10/2023) malam Pukul 20.00 Wita, dengan menggunakan via WA.

Dalam chattingan  tersebut keduanya  saling berkomunikasi untuk bertemu,namun saksi menyampaikan kepada korban bahwa saksi tidak dapat bertemu karena saksi sudah tidak diizinkan untuk keluar rumah.

Sesaat setelah itu saksi tidak lagi membalas percakapan WA dari korban dan memilih tidur, namun korban tetap mengirim percakapan kepada saksi dengan meminta maaf.

” Kemudian di pagi hari saksi bangun untuk pergi ke sekolah dan setiba di sekolah,saksi membuka HP pada Pukul 07.48 dan langsung memotret dengan cara Screen Shoot layar chatting terakhir dari korban,dengan tujuan hanya untuk menyimpan cheat terakhir dari korban serta langsung menghapus cheat dari korban.

Dan ketika saksi sedang melaksanakan aktifitas saksi belajar disekolah pada Pukul 11.30 Wita saksi diberitahukan oleh seseorang dengan menggunakan via telepon bahwa pacar saksi telah meninggal dunia dengan cara menggantung diri, ” bebernya

Sekira pukul 12.00 wita korban di bawah ke puskesmas Beo untuk di lakukan pemeriksaan medis, berdasarkan keterangan dr. Yance CH. Yosep bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh selain bekas lilitan tali di leher yang mengakibatkan  nafas korban terhenti.

” Lanjut kata Kapolsek Beo, pihaknya telah mendatangi TKP, mengamankan TKP, olah TKP, menghubungi pihak medis untuk pemeriksaan lanjut tubuh korban dan membuat penolakan visum et reperetum ( Ver) mayat.

Diketahui, korban tinggal di rumah sendiri atau tidak ada keluarga yang tinggal bersama korban, karena ke dua orang tua korban sudah berpisah atau sudah ada pasangan masing-masing .

(FW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *