Sangihe,Swarakawanua.id- Kunjungan pelayanan ibadah Natal Yesus Kristus Kategorial (Pelka) Pemuda Sinode Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST), dilaksanakan bersama warga binaan Lapas Tahuna.
Pelayanan Ibadah ini merupakan salah satu program dari Pelka Pemuda Sinode GMIST untuk menyelenggarakan Ibadah Peryaan Natal Pemuda Sinode Gmist sekaligus untuk memberikan semangat dan pelayanan, berbagi kasih dan kepedulian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Tahuna.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pelka Pemuda GMIST, Pnt. Jew Wuatensemba Adriaan, S.Pd didampingi oleh Pengurus dan Pelayan TIM KBI.
Dengan mengusung tema “Christmas Share and Care” Ibadah Perayaan Natal Pemuda Sinode GMIST bersama WBP Lapas Kelas IIB Tahuna, dipimpin oleh Pdt. Meystin Mua, S.Th, mengambil 2 (dua) pembacaan alkitab yang terdapat dalam Lukas 2 : 11 dan Yohanes 3 : 16 sebagai dasar perenungan.
Dalam Khotbahnya, Pdt. Meystin menuturkan waktu, tenaga, pikiran, dan perasaan hanya untuk orang yang kita cintai. sekalipun orang menceritakan kejelekan dan kekurangan orang yang kita cinta, kita tidak akan peduli dengan tanggapan orang tersebut, karena itulah dinamakan cinta buta.

“Kalau manusia bisa mencintai dengan cinta buta, maka cinta Tuhan lebih dari pada itu. Karena cintanNya Tuhan tidak memperhitungkan kesalahan manusia, Tuhan tidak pernah mengingat-ingat pelanggaran kita karena cintaNya telah mau menebus segala dosa. bahkan natal Yesus Kristus adalah wujud cinta Allah kepada manusia,” terangnya.
“Kelahiran Yesus Kristus adalah penuntun cinta Allah. berita natal diperdengarkan bagi kita, hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Cinta Tuhan, bukanlah cinta yang menerima melainkan cinta yang memberi,” ungkapnya
Lebih lanjut, Pdt. Meystin menyampaikan bahwa Natal bukan persoalan bernostalgia, tetapi waktu untuk merenung hidup kita yang kotor dan hina karena dosa yang memperoleh cinta Kristus.
“Perayaan Natal bukan hanya sekedar waktu untuk perenungan kisah kelahiran kristus, tetapi waktu untuk berkomitmen menjadi saksi kelahiran Yesus, seperti yang dilakukan para gembala,” pesannya
“Perayaan Natal bukan hanya sekedar menyanyikan lagu-lagu natal, tetapi waktu untuk menjadikan seluruh hidup kita kudus dan berkenan kepada Allah,” ujarnya
Mengakhiri Khotbahnya, Pdt. Meystin mengajak Jemaat yang hadir terlebih Warga Binaan untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. “saya percaya Warga binaan ditempat ini mengalami sukacita. Firman ini menguatkan kita, mendapatkan hati karena Allah selalu peduli dan berbagi cintanya kepada banyak orang,” tutup Khotbahnya
Rangkaian Ibadah dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan peduli kasih dari Pelka Pemuda Sinode GMIST kepada perwakilan WBP Lapas Kelas IIB Tahuna.
Kepala Lapas Kelas IIB Tahuna, Suharno melalui Pembina Kerohanian, Ovel Hangkara dalam sambutannya menyampaikan Terima kasih atas kunjungan pelayanan pelka Pemuda Sinode GMIST yang turut serta ambil bagian dalam pembinaan kepribadian bagi wargabinaan beragama Kristen.
“Harapan kami, pelayanan dari pemuda sinode GMIST bukan hanya pada saat natal, karena disini banyak warga jemaat GMIST dan juga anak muda. Sehingga membutuhkan dorongan motivasi dari Pengurus Pemuda Sinode GMIST,” ujarnya
Sementara itu, dalam sambutan Ketua Pelka Pemuda Sinode GMIST, Pnt. Jew Wuatensemba Adriaan Menyampaikan banyak terimakasih karena telah diberikan kesempatan untuk melayani di Lapas Kelas IIB Tahuna, dan mengapresiasi atas kerja sama yang baik telah terjalin.
“kiranya Warga binaan semakin memaknai Natal Yesus Kristus dan mengalami Kasih Allah dalam hidup setiap warga binaan sehingga terwujud kehidupan yg lebih baik,” ujarnya
“Kiranya damai dan sukacita natal menjadi bagian WBP Lapas Kelas IIB Tahuna serta Semoga Warga Binaan lebih Care terhadap sesama dan mengaplikasikan cinta kasih kepada sesama,” harapnya.(Gops-07)



























