Manado, Swarakawanua.id-Ini fakta di Manado. Di era Pemerintahan Walikota Manado Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS), bukan cuma got (Drainase) dan trotoar yang dibikin jadi proyek. Tapi orang mati atau orang meninggal pun dibikin proyek oleh Pemkot Manado.
Hal ini berdasarkan pengakuan mantan anggota DPRD kota Manado, Yanti Kumendong
Dimana program dadakan Pemkot Manado di bawah kendali Walikota Manado Andrei Angouw ternyata orang mati di Manado dibikin jadi proyek, karena ditangani oleh pihak ketiga atau kontraktor.
Jadi bukan saja got dan trotoar yang dibikin proyek oleh AARS tapi warga Manado yang meninggal. juga dijadikan proyek.
Faktanya kata Yanti Kumendong bantua duka berupa peti mati dan kain kafan ternyata ditangani oleh pihak ketiga atau kontraktor.
“Peti mati dan kain kafan diberikan kepada keluarga berduka di Manado juga tidak semua alias pilih kasih.
Berbeda dengan program dana duka era pemerintahan Walikota Manado GS. Vicky Lumentut, semua keluarga di Manado yang mengalami duka cita diberikan bantuan berupa uang 5 juta dan hal itu sangat membantu masyarakat yang berduka cita,” terang perempuan muda cantik ini seraya mengatakan semua dijadikan proyek sampai orang meninggal pun di Manado. tapi program dadakan itu ternyata pilih kasih. “
“Waktu saya anggota DPRD kota Manado say perna tanyakan kepada Andrei Angouw di paripurna dan jawabnya saat itu dana duka tidak masuk program kami. Tapi kenyataan jelang Pilkada dibikin program peti mati dan kain kafan sebagai bantuan duka,” katanya blak-blakan.
Menurut Yanti, proyek peti mati bagi umat Kristiani yang meninggal dengan anggaran 2,5 juta dan kain kafan bagi umat Muslim 1 juta.
“Saya pernah turun tanya langsung ke pihak ketiga yang mengadakan peti mati harga yang diberikan pemerintan ke pihak ketiga tidak sa.mpai 2 juta ” terang Yanti Kumendong.
“Harusnya bantuan diberikan sama kepada keluarga yang berduka bagi sumua umat dan jangan dibeda,-bedakan,” kata politisi Nasdem ini.
Sementara itu, Calon walikota dan wawali Manado Jimmy Rimba Rogi alias Imba dan Kristo. Ivan Ferno Lumentut tetap akan menjalankan program dana duka kepada warga kota Manado jika dipercaykan rakyat pimpin kota Manado 2025-2030.
“Yang pasti torang nda kase peti mati dan kain kafan tapi doi tunai. Kalo pak GSVL kase 5 juta, Imba-Ivan lebe dari itu ” ucap Imba sejumlah sesi kampanye terbatas Pilkada Manado. (Danz*).

























