Manado,Swarakawanua.id-DPRD Sulut menggelar rapat Paripurna dengan agenda Mengdengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto., Jumat (15/08) yang disiliarkan secara langsung di Indonesia.

Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Sulut Andy Silangen didampingi dua wakil ketua dan dihari Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Wakil Gubernur Sulut Viktor Mailangkay serta anggota DPRD Sulut, Forkopimda dan pimpinan OPD di lingkup Pemprov Sulut.
.
Pidato kenegaraan oleh Presiden Prabowo didengarkan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI dalam rangka HUT ke 80 Kemerdekaan RI di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulut.

Ketua MPR RI H Ahmad Muzani, membuka sidang paripurna dilanjutkan dengan Sambutan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Puan mengatakan Permasalahan dan tantangan yang harus kita selesaikan bukanlah pekerjaan rumah yang menyangkut administrasi melainkan pekerjaan rumah yang paling mendasar dalam kehidupan bernegara Keadilan Sosial, Kesejahteraan Rakyat dan Penguatan Kedaulatan Nasional.

Selain itu, Puan juga mengatakan Situasi Bangsa dan Negara telah berubah sehingga pendekatan pembangunan harus menjawab realitas jaman ,satu hal yang tidak berubah adalah Tujuan Akhirnya.Rakyat harus hidup lebih layak, lebih Sejahterah, lebih bermanfaat.

, Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya menyampaikan laporan 10 bulan kinerja pemerintahan, lembaga-lembaga ne gara, dan capaian program prioritas di berbagai bidang.
Dengan penuh semangat kebangsaan, Presiden juga menegaskan kembali bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi ketika rakyat hidup sejahtera, berdaulat atas kekayaan bangsanya, dan terwujudnya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sesuai yang diamanatkan UUD tahun 1945.

YSk pada kesempatan itu menuturkan inilah yang juga menjadi komitmen kami di Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ( @pemprovsulut ). Kita harus bekerja lebih keras, bersatu, dan fokus pada tujuan bersama, serta mengutamakan kepentingan rakyat diatas segalanya, untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. (Daaz*).




















