MITRA, Swarakawanua.id- Kondisi jalan Desa Soyoan–Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, rusak parah hingga berubah jadi kubangan lumpur. Fenomena ini viral di TikTok, memicu kemarahan warga karena diduga kuat merupakan dampak aktivitas tambang emas ilegal milik kakak beradik, Inal S dan Maya S, yang hingga kini belum tersentuh aparat penegak hukum.
Dalam video viral tersebut, warga tampak kesulitan melintas. Beberapa orang terpaksa berjalan kaki sambil menuntun kendaraan karena jalan yang licin dan membahayakan.
Tulisan dalam video berbunyi, “Kurang dapa tako mo turun, alat so iko di jalan samua, jalan so licin skali”, menggambarkan penderitaan masyarakat akibat jalan yang tak lagi bisa difungsikan sebagaimana mestinya.
Menurut warga, rusaknya jalan ini dipicu lalu lintas alat berat yang digunakan untuk aktivitas tambang ilegal di wilayah Ratatotok–Buyat. “Kami sudah lama bersuara, tapi aktivitas tambang ilegal tetap jalan terus. Jalan kami hancur, lingkungan rusak, tapi aparat seolah tutup mata,” ungkap seorang warga, Senin (8/9/2025).
Masyarakat pun mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun tangan langsung. Mereka menilai penegakan hukum di daerah terkesan mandek karena hingga kini tambang ilegal milik Inal dan Maya tetap beroperasi tanpa hambatan.
“Kalau hanya mengandalkan aparat di tingkat daerah, kami pesimis ada tindakan. Makanya kami minta Kapolri sendiri yang bergerak, supaya ada keadilan bagi warga kecil yang jadi korban,” tegas warga lainnya.
Selain aparat penegak hukum, warga juga menuntut Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara agar tidak tutup mata atau pura-pura tidak tahu. Mereka menilai, kerusakan jalan dan dampak lingkungan akibat tambang ilegal seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Bupati dan Pemkab Mitra jangan diam saja. Ini wilayah mereka, tanggung jawab mereka. Jangan sampai masyarakat terus jadi korban sementara pelaku tambang ilegal dibiarkan merajalela,” kata warga menambahkan.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas tambang ilegal di Ratatotok masih berlangsung. Warga berharap pemerintah pusat, aparat hukum, dan Pemkab Mitra segera bertindak agar kerusakan jalan dan ancaman lingkungan tidak semakin parah. (Danz*).






















