Sangihe, Swarakawanua.id- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, ME, memastikan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah kekosongan obat dan bahan medis habis pakai di RSUD Liun Kendage Tahuna. Hal tersebut disampaikannya usai memimpin rapat koordinasi dengan manajemen rumah sakit pada Rabu (3/12/2025).
Dalam pertemuan tersebut, hadir Direktur RSUD Liun Kendage, dr. Aprikonus Loris, beserta jajaran terkait. Kadis mengatakan rapat tersebut difokuskan pada penyusunan langkah strategis agar pelayanan di rumah sakit kembali berjalan normal. “Kami sudah mempersiapkan langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan kekosongan obat dan bahan medis habis pakai,” ujar dr. Handry.
Ia menegaskan bahwa keputusan yang diambil dalam rapat akan segera dieksekusi oleh manajemen rumah sakit. “Harapan kami, dalam minggu ini sampai minggu depan, apa yang sudah direncanakan dapat segera dilaksanakan. Kami ingin jumlah obat yang kosong dapat terpenuhi secepatnya agar pelayanan kembali normal,” katanya.
Terkait pertanyaan publik apakah kekosongan obat terjadi secara berkepanjangan, Kadis mengonfirmasi bahwa ada beberapa obat tertentu yang memang kosong, termasuk sejumlah bahan medis habis pakai untuk tindakan operasi. “Kekosongan ini terjadi karena masih dalam proses pengadaan. Namun untuk obat-obat darurat, minggu ini sudah ada yang datang. Sedangkan obat lainnya sedang dalam proses pengiriman,” jelasnya.
Dinas Kesehatan memberikan tenggat waktu kepada manajemen rumah sakit agar permasalahan ini dapat dituntaskan dalam 1–2 minggu. “Kami beri target maksimal dua minggu. Tapi makin cepat makin baik. Prioritas kami adalah obat yang paling banyak dibutuhkan sesuai kondisi penyakit pasien,” tambah dr. Handry.
Ia menekankan seluruh pelayanan kefarmasian harus melalui satu pintu, yaitu unit farmasi RSUD Liun Kendage. “Saya menegaskan tidak boleh ada praktek jual-beli obat di lingkungan rumah sakit. Semua harus melalui apotek rumah sakit. Itu standar pelayanan yang wajib dipatuhi,” ujarnya.
Selain obat, Kadis juga memberikan kepastian bahwa suplai oksigen di rumah sakit dalam kondisi aman. “Oksigen tidak ada kendala sama sekali karena rumah sakit memiliki mesin generator yang berfungsi baik. Bahkan dapat memenuhi kebutuhan sampai ke tingkat puskesmas,” katanya.
Terkait viralnya keluhan masyarakat beberapa hari terakhir, Kadis Kesehatan berharap publik tetap tenang dan menunggu proses penyelesaian yang sedang berlangsung. “Kami memahami keresahan masyarakat. Tapi saya meminta semua pihak bersabar. Kami sudah bekerja sama dengan manajemen rumah sakit dan proses pengadaan sudah berjalan. Dalam 1–2 minggu pelayanan akan kembali normal,”.(Gops07)






















