PPKM Berbasis Mikro Minut, Didukung Penuh GMBI Wilter Sulut

Minut, Swarakawanua.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Bupati Joune J E Ganda, SE mengingatkan sekaligus mengimbau kepada seluruh stekholder untuk rajin memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan Covid-19.

“Kepala Lingkungan, Kepala Desa/Lurah, Camat, Kepala-kepala OPD, ASN untuk turut membantu mensosialisasikan hal tersebut,” ujar Bupati.

Bupati juga meminta kepada Camat se-Kabupaten dan Kepala Desa/Lurah untuk wajib melaporkan evaluasi secara berjenjang kepasa Bupati dan Wakil Bupati.

“Saya juga berharap satgas Covid-19 untuk mengoptimalkan posko-posko PPKM mikro dan aktifkan operasi yustisi terutama pada Kecamatan dan Desa yang masuk zona merah dengan fokus pada empat hal yaitu, pencegahan, penanganan, pembinaan dan dukungan,” tutur JG sapaan akrab Bupati ini menambahkan.

Hal ini mendapat dukungan dari Ketua LSM GMBI Wilter Sulut Howard Hendrik Marius. Ia menginstruksikan GMBI Distrik Minut untuk turut membantu Pemerintah dalam mensosialisasikan PPKM Mikro kepada masyarakat.

“Saya instruksikan kepada suluruh anggota GMBI distrik minut dari tingkat Kabupaten, kecamatan sampai tingkat desa/kelurahan untuk ambil bagian bersama gugus tugas diwilayah masing-masing untuk mensosialisasikan penerapan PPKM mikro kepada masyarakat,” ujar Pengki biasa ketua GMBI ini disapa.

Pengki menambahkan, ini sejalan dengan DPP GMBI untuk mendukung PPKM mikro dan PPKM darurat di Pulau Jawa dan Bali. Kata dia, sebagai wadah aspirasi masyarakat bawah, wajib hukumnya berkolaborasi bersama pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memerangi Covid 19.

“Komando ini adalah komando tertinggi dari Ketua Umum sekaligus Pendiri LSM GMBI Bpk. Moch. Fauzan Rachman. SE dan saya teruskan komando ini di GMBI Wilter Sulawesi Utara dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan,” timpal Pengki sembari mengingatkan sembari berpesan untuk selalu mengutamakan Prokes 5M yakni memakai masker, Mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

(Mesakh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *