Caption: Anak-anak SMP Kristen Maliku Tidak Bisa Belajar Karena Aksi Pemalangan Pintu Masuk Sekolah. (*).
Manado, Swarakawanua.id-Aksi pemalangan pintu masuk Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Kristen Maliku disikapi serius Pejabat Kumtua Desa Maliku, Boyking Panda.
Dia kuatirkan jangan sampai anak-anak SMP jadi korban akibat aksi tersebut.
Pejabat Kumtua desa Maliku sangat menyangkan sikap pengusiran kepsek baru utusan kabupaten Minsel ke SMP Kristen Maliku dengan cara pemalangan pintu masuk sebagai bentuk penolakan keras oleh anggota jemaat.
Menurutnya, harusnya dilakukan pendekatan persuasif yakni duduk semeja dengan kepsek baru dan bukan dengan cara seperti ini.
“Bukan cara-cara seperti ini! Jangan anak-anak jadi korban,” ujar putra asli desa Maliku Raya yang dipercayakan Bupati Minsel Frangky D Wongkar (FDW) untuk menyiapkan pemilihan Kumtua difinitif desa Maliku ini.
Lanjut dikatakannya, Kepsek baru yakni Estevina Mandagi punya kesalahan apa sehingga aksi penolakan kepsek baru ditolak dengan cara tidak elok.
“Harusnya duduk baik-baik antara kedua belah pihak serta pemerintah kemudian dicari solusi yang terbaik bagi kita semua. Jangan sampai nama baik desa tercoreng dengan aksi-aksi seperti ini,” tegas Pejabat Kumtua Desa Maliku ini.
Sementara itu, anggota jemaat yang melakukan penolakan tetap menginginkan anak-anak SMP Kristen Maliku melakukan proses belajar mengajar terkecuali oknum Kepsek SMP Kristen Maliku baru tersebut.
“Anak-anak dan guru lainnya boleh masuk ke sekolah kecuali kepsek baru, apalagi belum ada serahterima jabatan (Sertijab) tidak boleh masuk ke lingkungan sekolah,” koar sejumlah anggota Jemaat kepada Swarakawanua.id. (Danz).


























