Amurang, Swarakawanua.id-Polres Minahasa Selatan (Minsel) harus segera usut tuntas anggaran 920 juta pada tahun 2021 dari Kementerian PUPR untuk bantuan WC di Desa Paslaten Satu, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Pasalnya, data yang diperoleh Media dari lapangan melalui sumber-sumber terpercaya di Desa Paslaten Satu menyebutkan, masyarakat Desa Paslaten Satu yang menerima fasilitas WC hanya sebanyak 42 rumah.
Sementara Ketua Kelompok yang juga Sekretaris Desa Paslaten Satu yakni Iron Sarongan sebelumnya mengatakan bahwa bantuan WC di Desa Paslaten Satu sebanyak 54 unit.
Ini berarti ada selisih data bantuan WC, antara pihak Kelompok yang dipercayakan Kementerian PUPR mengelola dana 920 juta Desa Paslaten Satu, dengan data riil di masyarakat.
Karena itu, diduga ada belasan data fiktif bantuan WC kepada masyarakat di Desa Paslaten Satu.
Sejumlah sumber menyebutkan, pihaknya telah mendata riil masyarakat yang menerima bantuan WC pribadi dari anggaran 920 juta hanya berkisar 42 rumah.
Itupun masyarakat yang memperoleh bantuan fasilitas WC dari kementerian PUPR bukan warga yang benar-benar membutuhkannya. “Perangkat desa yang secara ekonomi lebih baik dari warga lainnya, memperoleh bantuan itu, karena dorang yang ator itu bantuan samua,” sebut salah satu sumber.
Lanjut Dia, bantuan itu harusnya diperuntukan kepada masyarakat yang membutuhkan, karena tidak punya fasilitas WC ataupun WC yang sudah rusak.
“Ada warga di jaga 4 yang bilang dorang janji mo kase bantuan WC tapi nyanda-nyanda jo. Terpaksa itu warga harus pigi buang air besar di kuala, ” ungkap sumber kepada Media via Ponsel, Senin (26/06/2023) Siang tadi.
Karena itu, Tim Tipikor Polres Minsel didesak segera periksa bantuan WC dengan anggaran 920 juta dari Kementerian PUPR.
Apalagi penampakan bantuan WC kepada masyarakat anggaranya dicurigai menyimpang. “WC model bagitu dengan ukuran kecil dan tanpa plester dalam-luar anggaranya tidak lebih dari 15 juta sudah termasuk bayar tukang, ” ungkap Ketua Rakyat Anti Korupsi Sulut, Hariyanto kepada wartawan, tadi.
Seperti diketahui bantuan WC kepada masyarakat di Desa Paslaten Satu yakni:
Jaga Satu sebanyak 6 unit, Jaga 2 sebanyak 10 unit, Jaga 3 sebanyak 13 unit, Jaga 4 sebanyak 13 unit. Total WC umum sesuai data lapangan sebanyak 42 unit dengan anggaran berkisar 920 juta.
Sementara itu, mantan Kumtua Desa Paslaten Satu Lerry Tumundo belum berhasil dikonfirmasi wartawan karena telpon seluler yang dihubungi tidak mau diangkat. Walaupun sudah berkali-kali ditelpon dan di WA.
Ketua Kelompok yang mengelola pekerjaan pembangunan WC Umum yakni Iron Sarongan saat dikonfirmasi via ponsel pada Sabtu (16/06/2023) sekitar pukul 15.00 Wita, menjelaskan, bantuan WC dari kementerian PUPR sebanyak 54 unit WC di Desa Paslaten Satu.
“Bantuan WC anggaran dari kementerian PUPR tahun 2021. Sekitar 52 atau 54 wc yang dibangun oleh kelompok kepada masyarakat, ” terang Sorongan yang mengaku sudah tidak ingat lagi anggaran satu unit WC dibuat oleh pihaknya.
Soa data lapangan masyarakat hanya 42 unit WC yang direalisasikan, menurut Iron Sorongan itu tidak benar. “Kalau nda 52 atau 54 unit wc yang ada dibangun, ” tepis Sorongan.
Dia menjelaskan, wc dibangun tanpa plester dalam dan luar, karena sesuai juknis dan RAP dari kementerian PUPR.
“Bagian dalam WC dalam hal ini lubang dan bagian lainya yang sesuai petunjuk kementerian harus diutamakan. Proyek WC juga sudah diserahkan dan diperiksa oleh BPK RI, ” tutup Sorongan panjang lebar kepada wartawan, baru-baru ini. (Danz/Tim*).





















