Manado, Swarakawanua.id-Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE yang juga Bendahara Umum (Bendum) PDIP isu sentralnya akan masuk posisi menteri jika terjadi Reshuffle Kabinet Jokowi-Amin dalam waktu dekat ini.
Maka dengan demikian, peluang Olly Dondokambey kembali maju di Pilgub Sulut 2024 bisa terwujud, kalaupun itu masih diinginkan oleh beliau.
Karena setelah masuk jajaran kabinet Jokowi-Amin dalam reshuffle kabinet, maka Olly Dondokambey belum terhitung dua periode Gubernur Sulut dari sekarang.
Sehingga peluang mencalonkan diri kembali di Pilgub Sulut masih terbuka lebar sesuai aturan perundang-undangan.
Namun kalau terburuknya, Olly Dondokambey tidak masuk dalam reshuffle kabinet Jokowi-Amin, maka Olly Dondokambey akan mengakhiri masa periodesasi dua periode sebagai Gubernur Sulut bersama Wakil Gubernurnya, Steven Kandouw (SK).
Sehingga Pemilihan Gubernur Sulut pada Iven politik 2024 bakal menarik diikuti dari kandang Banteng.
Betapa tidak, PDIP punya segudang kader untuk dicalonkan di posisi 01 Sulut pada Pilgub nanti.
Namun dari sekian kader-kader hebat, ada tiga nama yang muncul di posisi paling strategis 01 Sulut di Pilgub 2024 mendatang.
Tiga nama yang dimaksudkan adalah Steven Kandouw (SK) yang sekarang menjabat Wakil Gubernur Sulut mendampingi Olly Dondokambey dari periode pertama sampai periode kedua ini.
Selain Steven Kandouw (SK), ada juga muncul nama Walikota Manado Andrei Angouw (AA).
Memegang jabatan Walikota Manado dengan jumlah pemilihan terbanyak dari 15 kabupaten/kota di wilayah Sulut, nama Andrei Angouw juga cukup diperhitungkan masuk bursa Cagub PDIP di Iven politik 2024 nanti.
Selain itu juga, ada sosok Bupati kabupaten Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda (JG). Walaupun nama Joune Ganda masih prematur kalangan kader Banteng. Namun figurnya cukup menyenangkan dan sejuk di mata warga Sulut.
Memegang jabatan Bupati Minut dari PDIP, membuat nama JG langsung melejit di kancah perpolitikan Bumi Nyiur Melambai.
Selain tiga nama itu, ada juga sosok Bupati Mitra dua periode yakni James Sumendap. JS yang dikenal petarung sejati ini, disebut-sebut kuda hitam dari PDIP maju ke Pilgub Sulut. Bahkan bisa juga menyebrang ke kapal lain jika saja ada setitik peluang, namanya saja politik.
Saat ini, kita melihat sosok Steven Kandouw (SK) yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Sulut dua periode.
Jika Olly Dondokambey masuk kabinet Jokowi-Amin dalam reshuffle kabinet, maka secara otomatis SK akan menggantikan posisi OD sebagai Gubernur Sulut.
Namun kalau tidak demikian, maka SK akan mengakhiri masa periodesasi wakil Gubernur Sulut dua periode.
Secara aturan undang-undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016, Steven Kandouw harus naik setingkat dari jabatan sebelumnya, yakni ke DPR RI di Pemilu 2024 ataupun calon Gubernur Sulut pada tahun yang sama.
Menjabat wakil Gubernur Sulut dua periode, sosok SK sangat dikenal di mata masyarakat Sulut terlebih kader PDIP.
SK disebut-sebut kader paling hebat setelah Olly Dondokambey, apalagi SK punya hubungan sangat dekat dengan Olly Dondokambey atau bisa dikata anak ‘emasnya’ OD.
Selain itu, SK dikenal sosok berotak encer saat masuk ke wilayah birokrat dari seorang politisi hebat.
Jabatan wakil Gubernur Sulut serta pernah memegang Ketua DPRD Sulut membuat elektabilitas SK sangat dihitung sebagai calon Gubernur Sulut.
Apalagi infrastuktur kabupaten/kota di Sulut nyaris dikuasai PDIP membuat peluang SK menjabat orang nomor satu Sulut pada 2024 terbuka lebar.
Namun demikian, partai berjulukan Banteng Moncong Putih ini sangat mempercayai survei internal partai maupun lembaga-lembaga survei hebat di negeri ini.
Tentunya figur SK akan disurvei elektabilitasnya oleh PDIP. Tingkat dikenal dan disukai SK oleh warga Sulut ternyata tidak disangsikan lagi.
Tak kalah hebatnya dengan SK, ada sosok Walikota Manado, Andrei Angouw (AA).
Memegang wilayah disertai figur cukup dikenal sentral membuat AA masuk hitungan bursa kader PDIP ke 01 Sulut nantinya.
Apalagi AA juga pernah menjabat Ketua DPRD Sulut dua kali dengan capaian peroleh suara Dapil Manado suara terbanyak.
Menjabat bendahara PDIP serta elektabilitas cukup menggembirakan membuat nama AA mencuat salah satu kader PDIP punya kans kuat calon 01 Sulut.
Apalagi dari sisi financial, sosok Andrei Angouw dikenal salah satu calon walikota pada Pilkada 2020 lalu punya kekayaan paling banyak di Indonesia.
Karena itu, tak heran, AA masuk figur sangat layak di jual sebagai Cagub Sulut nantinya.
Begitu juga dengan Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda. JG saat ini sudah memegang beberapa organisasi berbasis di Sulut seperti ketua PAPRI Sulut dan Ketua PSSI Sulut.
JG juga punya basis massa jelas sehingga peluang menuju 01 Sulut cukup besar. Apalagi secara kondisi keuangan, JG cukup menjanjikan pada di Pilgub Sulut 2024.
Kendati demikian, tiga figur sangat menjanjikan di Pilgub Sulut ini akan sangat ide oleh penentuan pasangan papan duanya. Lalu siapa pasangan papan dua itu? Tidak bisa dipungkiri bahwa lingkaran keluarga Dondokambey juga bisa berpeluang mendampingi tiga figur di atas di Pilgub 2024.
Kendati begitu, kita tidak menutup mata jika.kelompok Bolmong Raya mendesak di posisi papan dua di Pilgub Sulut dari PDIP.
Hal itu juga perlu dihitung karena kelompok Bolmong Raya dengan komunitas Muslim menjadi perhatian khusus di Pilgub Sulut.
Karena politik identitas, tidak bisa kita pungkiri bisa dibawa oleh kelompok-kelompok tertentu dalam Pilkada. Legislator Sulut yakni Rocky Wowor yang adalah kader hebat PDIP dari Bolmong Raya ini, tidak menutup kemungkinan di mendampingi salah satu dari tiga figur di atas.
Selain Rocky Wowor, ada juga legislator Senayan dari kalangan Muslim yakni Herson Maluyu (HM) punya kans paling kuat posisi papan 2 Sulut, karena menjadi pengumpul suara Muslim terhebat. Itu karena yang bersangkutan sudah uji tanding sebagai Bupati Bolsel dua periode dan anggota DPR-RI dengan raupan suara di PDIP sangat menggembirakan.
Walaupun PDIP sangat hebat karena nyaris menguasai seluruh infrastruktur kabupaten/kota di Sulut lewat kepala daerah yang ada.
Namun jangan menganggap sebelah mata figur paling disukai masyarakat Sulut saat ini yakni Elly. E. Lasut (E2L).
E2L yang adalah Bupati Kepulauan Kabupaten Talaud dua periode ini sangat-sangat dihitung di Pilkada Sulut oleh Banteng Moncong Putih julukan PDIP setelah Olly Dondokambey mengakhiri masa periodesasi Gubernur Sulut.
Itu karena E2L walaupun pernah menjadi terpidana kasus korupsi,.namun figur ini sangat disukai masyarakat. Karena dia masuk penjara karena di bawah ke ranah politik.
Terbukti, setelah keluar dari penjara, E2L maju di Pilkada Talaud dengan berpasangan dengan Moktar Andre Parapaga (MAP) dan mereka terpilih sebagai Bupati dan wakil bupati Talaud.
Walaupun sempat gonjang-ganjing tidak akan dilantik bahkan terkesan E2L dizalimi lawan politiknya, namun akhirnya E2L resmi dilantik Mendagri Tito Karnavian sebagai Bupati untuk periodesasi kedua bupati Talaud.
Tak heran jika elektabilitas EL2 meroket sebagai Cagub Sulut di 2024. Apalagi E2L resmi memegang jabatan Ketua Partai Demokrat Sulut, sehingga sudah ada modal awal sebagai langkah menuju Pilkada Sulut 2024.
Kendati demikian, figur E2L belum ditunjang dengan infrastruktur, karena tidak ada satupun kepala daerah di Sulut dari partai Demokrat.
Karena itu, E2L harus kerja keras dalam menentukan pasangan papan dua serta kekuatan cost politik di 2024.
E2L akan bersaing ketat ataupun melangkah mulus di 2024 apabila tidak keliru menentukan pasangan papan 2 nantinya. Figur dari kalangan Bolmong Raya khususnya komunitas Muslim paling ideal mendampingi E2L di Pilgub Sulut.
Sebut saja, Bupati Bolmong ataupun Walikota Kotamobagu dinilai paling strategis dipinang E2L. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga Bupati Mitra James Sumendap yang dikenal petarung sejati bisa ‘membelot’ dari PDIP berpasangan dengan E2L.
Namun eforia Pilkada Sulut bahkan kabupaten kota akan terbaca kental setelah hasil Pemilu 2024 di Sulut baik Pilcaleg maupun Pilpres.
Faktor kemenangan Pilpres termasuk penempatan pejabat Gubernur oleh Mendagri akan sangat menentukan keuntungan partai bahkan pasangan di Pilkada kabupaten/kota di Sulut. (Danz***).






















