Caption: Ketua Komisi IV DPRD Manado, Lily Walandha. (*).
Manado, Swarakawanua.id-Komisi IV DPRD kota Manado menyikapi serius kasus demam berdarah di kota Manado.
Apalagi sudah ada 4 warga kota Manado meninggal akibat terserang penyakit demam berdarah dengue di kota Manado.
Ketua Komisi IV Lily Walandha meminta kepada Dinkes Manado untuk tidak menyampingkan penyakit demam berdarah, selain Covid 19.

Karena menurutnya, penyakit ini sangat berbahaya karena bisa menghilangkan nyawa penderita jika penanganan tidak dilakukan cepat.
Untuk itu, kata dia, Dinkes harus pro aktif melakukan penyemprotan ke lokasi-lokasi yang sudah pandemi penyakit demam berdarah.
“Masyarakat harus tau bahwa penyemprotan atau Fogging tidak sembarang dilakukan oleh Dinkes walaupun permintaan masyarakat terkecuali sudah ada kasus demam berdarah di situ,” ujar Ketua Komisi IV DPRD kota Manado kepada Swarakawanua.id via ponsel, Selasa (11/01/2022).

Dia menjelaskan, Dinkes Manado harus bergerak cepat Fogging pemukiman warga yang sudah terjadi kasus demam berdarah.
“Yang sudah ada kasus DBD, maka Dinkes Manado harus cepat turun lakukan fogging. Apalagi saat ini masuk musim penghujan, bahkan tak menentu, maka penyebaran demam berdarah cukup cepat,” ucap Liwa sapaan akrab Lily Walandha ini.
Dia juga meminta warga waspadai ancaman penyakit demam berdarah dengan cara memperhatikan pola hidup bersih. Dimana masyarakat harus memperhatikan kebersihan lingkungan guna pencegahan penyebaran kasus demam berdarah di kota Manado.

Sebelumnya, Kadinkes Manado dr. Joy Zeekeon menyampaikan data demam berdarah dengue dalam rapat bersama wakil walikota Manado, dr. Richard Sualang tad pagi. Dimana kasus demam berdarah sejak akhir 2021 mengalami tren meningkat hingga 2022.
November tercatat 29 kasus, Desember 41 kasus, dan 3 orang meninggal. Bahkan awal tahun 2022 juga meningkat tajam, dimana sudah ada satu orang meninggal DBD di kecamatan Tuminting, kota Manado.

Dia menambahkan, belajar dari kasus demam berdarah di kota Manado, supaya Dinkes tidak mengabaikan penyakit demam berdarah, selain ancaman Covid 19 di kota Manado. (Advetorial/Danz).





















