Penanganan Sampah Oke, Drainase Makin Mantap, Pasar Belum Jadi Cerminan AARS (Catatan: Dance Siahaya)

Caption: Walikota Manado Andrei Angouw dan Wawali dr. Richard Sualang Saat Berada di TPA Sumompo. (*).

Manado, Swarakawanua.id-Andrei Angouw dan dr. Richard Sualang resmi dilantik pada tanggal 10 Mei 2021 sebagai Walikota dan Wakil Walikota pilihan rakyat Manado.

Dan Selasa (10/05/2022) nanti, Andrei Angouw dan dr. Richard Sualang (AARS) genap berusia setahun memimpin jalannya roda pemerintahan di Kota Manado.

Lalu bagaimana kerja AARS selama setahun memimpin Kota Manado? Setelah dilantik oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey atas nama Pemerintah Pusat dalam hal ini Mendagri, AARS tak tinggal diam.

Andrei Angouw dan Richard Sualang langsung actio. Punya beban serta tanggungjawab berat kepada warga Kota Manado, AARS langsung melakukan terobosan pertama.

Caption: Walikota Manado Andrei Amgouw dan Kadis BLH Kota Manado.(*).

Penanganan sampah menjadi fokus kerja pertama AARS di Kota Manado. Apalagi pada saat terjadi transisi pergantian pemerintahan dari GS. Vicky Lumentut dan Mor Bastian ke Andrei Angouw dan dr. Richard Sualang, penanganan sampah di kota Manado seakan-akan dibiarkan begitu saja oleh pemerintah sebelumnya.

Kota Manado terhitung 9 Mei 2021 bak kota sampah. Manado dikelilingi sampah. Sampah terlihat dimana-mana. Ruas-ruas jalan umum bahkan lorong-lorong seperti gunung sampah.

Tidak ada kendaraan terlihat mengangkut sampah karena TPA Sumompo full. Faktor itu yang membuat Kota Manado tampak begitu kotor dan bau busuk yang menyengat mengundang perhatian mata publik.





Kritik dan hujatan para pendukung AARS melihat kondisi kota Manado yang buruk membuat pasangan AARS harus bergerak cepat. Walikota Manado Andrei Angouw dan Richard Sualang bersama instansi teknis yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan PUPR Manado melakukan penanganan sementara pembongkaran sampah di TPA Sumompo.

Dari pagi hingga sore bahkan malam, AARS konsentrasikan penuh baik pikiran, tenaga serta waktu ke TPA Sumompo.

Alat berat pribadi Walikota Manado Andrei Angouw bahkan sinergitas bantuan dari Pemprov Sulut bahkan Kabupaten Minahasa dikerahkan ke Manado untuk penataan TPA Sumompo.

Caption: Walikota Andrei Angouw Datang ke TPA Sumompo.(*).

TPA Sumompo akhirnya ditata rapi oleh AARS untuk sekian tahun ke depan.
Sampah sudah bisa dibuang ke TPA Sumompo sambil menunggu TPA Regional Ilo-ilo di Kabupaten Minut dioperasikan. Masyarakat Kota Manado merasakan penanganan sampah mulai teratasi di Kota Manado.

AARS sempat dibanjiri pujian oleh masyarakat Kota Manado baik pendukung maupun ‘lawan politik’ atas kerja hebat dan ideal menangani sampah di kota Manado.

Penanganan sampah makin oke setelah penambahan puluhan armada motor sampah pada APBD Perubahan 2021 dan ratusan motor sampah pada APBD Induk 2022.

Caption: Walikota Andrei Angouw Lihat Kondisi Drainase. (*).

Selanjutnya, AARS kemudian bergerak melakukan upaya penanganan banjir di kota Manado. Itu karena Manado masih menjadi kota ‘langganan’ banjir setiap tahunnya. AARS fokus perbaikan drainase, gorong-gorong, parit-parit serta pengerukan anak sungai DAS Tondano di titik-titik daerah rawan banjir. Perbaikan drainase sejak awal 2021 sampai bulan Mei 2022 ini masih terus dilakukan oleh Pemkot Manado.

Caption: Walikota Manado Saat Pantau Drainase di Jalan Betesdha. (*).

Anggaran APBD banyak disuplai ke perbaikan infrastruktur kota Manado. Baik APBD Kota Manado maupun transfer APBD Sulut untuk perbaikan drainase di Kota Manado. Drainase “raksasa dibangun di sejumlah wilayah seperti Winangun, Samrat, Teling dan sejumlah lokasi lainnya juga. Hal ini dilakukan untuk penanganan banjir serta pelebaran jalan di daerah-daerah yang kerap menjadi titik kemacetan di Kota Manado.

Pada awal tahun 2022, Kota Manado diterjang hujan-hujan lebat tapi daerah tidak mengalami banjir seperti tahun-tahun sebelumnya.

Genangan air masih terjadi di rumah-rumah penduduk tapi tak seganas sebelum penanganan drainase dan pengerukan anak sungai DAS Tondano dilakukan oleh AARS. Sampah sudah teratasi dan drainase dalam penanganan serius di Kota Manado, walaupun butuh anggaran APBD cukup besar. Tapi AARS sudah kerja keras untuk pembangun Manado lebih baik ke depan.

Caption: Demo Para Pensiunan PD Pasar Kota Manado. (*).

Lalu bagaimana dengan Pasar yang menjadi salah satu janji politik AARS di Pilkada 2020 lalu? Pasar di Kota Manado belum bisa menjadi cermin bagi AARS.

Pasalnya, pengelolaan pasar oleh pihak manejemen PD Pasar Kota Manado yang dipimpin Roland Roeroe tak semanis harapan masyarakat dan karyawan di tempat tersebut.

Sejak awal direksi dan Dewas PD Pasar Manado dilantik hingga saat ini, persoalan PD Pasar tak berakhir juga.

Persoalan mulai dari rekrutan karyawan PD Pasar, masalah BPJS Ketenagakerjaan, dana pensiun pegawai serta uang pesangon karyawan yang dirumahkan sampai saat ini masih menjadi persoalan pelik bagi manejemen PD Pasar Manado.

Caption: Aksi Demo.PD Pasar ke Kantor Pemkot Manado. (*)

.

Tak pelak, aksi demo mulai menghantam PD Pasar Manado. Demo ke kantor Pemkot hingga DPRD Kota Manad terkait persoalan karyawan dilakukan beberapa kali bersama organisasi buruh. Namun aksi demo tak membuat manejemen PD Pasar Manado membayar hak-hak yang dimintakan oleh eks karyawan PD Pasar Manado.

Kalaupun ada pesangon yang dibayar, .maka hanya dalam bentuk panjar kepada eks karyawan PD Pasar Manado.

Itu karena struktur serta karyawan PD Pasar Kota Manado terlalu gemuk yang membuat pendapatan Pasar Kota Manado terkuras hanya ke gaji karyawan tanpa ada tambahan-tambahan penghasilan kesejahteraan lainnya.

Ada beberapa program yang dilakukan PD Pasar Kota Manado yang dipimpin dr. Roland Roeroe seperti melakukan rehab kantor PD Pasar Kota Manado yang saat ini di eks gedung Presiden Shopping Center atau New Bendar 45 yang berada di pusat jantung Kota Manado.

Perbaikan gedung itu memakan anggaran cukup besar berkisar ratusan juta. Selain itu juga, PD Pasar Manado melakukan program parkir digitalisasi.

Namun program parkir digitalisasi bekerja sama dengan pihak ketiga ini dinilai tak ‘seksi’.

Itu karena tujuan untuk mendongkrak pendapatan parkir tak sesuai dengan harapan. Sementara pihak PD Pasar harus membagi pendapatan parkir sekian persen ke pihak ketiga. Program ini harusnya cukup manis, namun pelaksanaannya tak seindah yang dikalkulasi oleh pihak managemen.

Begitu juga penanganan sampah oleh pihak PD Pasar kota Manado menggunakan vendor atau pihak ketiga juga tidak maksimal.

Sampah masih menjadi persoalan di pasar, sehingga banyak kalangan mempertanyakan kerja sama penanganan sampah di pasar pakai pihak ketiga.

Runutnya persoalan di pasar yang tak kunjung berakhir membuat Pasar belum bisa menjadi cerminan bagi Walikota Manado Andrei Angouw dan dr. Richard Sualang sebagaimana janji di kampanye.

Itu karena direksi PD Pasar Manado tidak mampu membawa pasar untuk bisa menjadi cerminan bagi AARS.

Hanya satu pilihan bagi AARS jika ingin membenahi PD Pasar Kota Manado. Harus memilih direksi yang benar-benar tahu membawa manajemen PD Pasar kota Manado yakni pasar tertib, indah dan rapih serta karyawan sejahtera.

Jika hal ini tidak secepat dilakukan AARS, maka hingga Pilkada 2024 mendatang, tidak ada perubahan apa-apa di PD Pasar Kota Manado.

Padahal PD Pasar Manado cukup seksi sehingga menjadi salah satu primadona bagi pasangan Walikota dan Wawali Manado untuk melakukan penataan dan pembenahan di tempat tersebut.

Pasar merupakan salah satu objek seksi yang menjadi program pasangan walikota dan Wawali Manado di ajang kampanye biasanya.

Sehingga pasar menjadi perhatian penuh pasangan walikota dan Wawali Manado menempatkan orang-orang yang masuk jajaran direksi PD Pasar kota Manado dalam upaya menata dan mengembangkan pasar tradisional lebih ke arah modern dan digitalisasi.

Selain pasar, air bersih di Kota Manadi masih menjadi persoalan cukup pelik di masyarakat. Masyarakat kota Manado masih banyak yang menjerit air bersih karena pelayanan terkesan jalan di tempat. Apalagi persoalan PT Air Manado dan Pemkot Manado belum tuntas, sehingga memperkeruh suplai air bersih ke masyarakat. Fasiltas air bersih kepada masyarakat sangat diharapkan mendapat pelayanan prima tapi hal ini belum maksimal, karena lebih banyak air mati dari pada berjalan terutama di daerah-daerah ketinggian di daerah Kota Manado.

Sehingga persoalan air bersih juga harus menjadi perhatian khusus Walikota dan Wawali Manado, Andrei Angouw dan Richard Sualang.

Selain itu juga, di akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022, Pemkot Manado telah mencetak sejumlah prestasi lewat beberapa penghargaan yang diterima Walikota Andrei Amgouw dan Wawali Richard Sualang.

Caption: Walikota Manado Saat Menerima Penghargaan Kota Layak Anak.(*).

Namun demikian, AARS masih punya waktu dua tahun lagi untuk melakukan perbaikan-perbaikan serta penataan berbagai kekurangan roda pemerintahan di Kota Manado termasuk kegiatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat kota Manado.

Masih banyak tugas yang masih akan dikerjakan AARS tapi membangun tak semudah membalik telapak tangan karena membutuhkan anggaran APBD cukup besar sehingga AARS harus punya langkah jitu dalam menyusun strategi pembangunan dan penanganan persoalan di daerah ini.

Namun paling diakui dari AARS walau lahir dari PDIP sebagai pemenang Pilkada Manadoz namun AARS mampu menyatukan presepsi warga kota Manado yakni pasangan paling ideal ini tidak lagi melihat warna dalam membangun kota Manado.

Dimana semuanya adalah warga kota Manado yang dipimpin AARS termasuk para pejabat Manado hampir 95 persen pada waktu Pilkada ‘berlawanan’, namun AARS tetap menpertahankan mereka kdi kabinet mereka arena dinilai dari kinerja pejabat bukan karena like and dislike. (Dance Siahaya).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *