Antisipasi Bawaslu Masuk Angin, Dua Aktivis Minut Berikan 3 Sachet Tolak Angin Kekomisioner

Minut, Swarakawanua.id – Mengantisipasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Minahasa Utara (Minut) masuk angin.

Dua aktivis Minut Wiliam Lingkungan dan Notis Tirajoh mendatangi kantor Bawaslu, Senin (4/8/23) sore dengan membawah 3 Sachet Tolak Angin.

Maksud kedatangan mereka lantaran sampai saat ini belum ada sanksi kepada salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah melakukan kampanye.

Oknum tersebut adalah camat Kalawat Ferlie Indria Nassa memberikan sambutan kontroversial di rumah duka Alm Welly Kumentas, Sabtu (26/8/2023) lalu, sehingga terus berbuntut panjang.

Kunjungan yang diterima salah satu pimpinan Bawaslu Ferdinand Bawengan dan Sekertaris Michael Poli. Wiliam menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan mereka untuk mengawal proses penanganan masalah netralitas ASN agar tidak ‘masuk angin’.

“Jang talalu slow. Sudah seminggu lebih belum ada tindakan, makanya kami mendatangi kantor bawaslu minut untuk memastikan dugaan pelanggaran ini dapat secepatnya diproses,” kata Will.

Dalam kesempatan tersebut juga, Will membawa tiga sachet obat masuk angin merek antangin sebagai simbol agar jangan “Masuk Angin”.

“Ini jadi pembelajaran kepada semua ASN di Minut, agar tidak terjebak politik praktis. Kami akan terus mengawal masalah ini,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, pimpinan Bawaslu Minut Ferdinand Bawengan menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada kedua aktivis yang sudah peduli dan ikut mengawal proses tersebut.

“Sampai saat ini kami telah bekerja semaksimal mungkin dalam menanggani permasalahan ini. Karena kami mengacu pada Perbawaslu 7 Tahun 2022 laporan Pelanggaran Pemilihan Umum,” jelasnya.

Bawengan menambahkan, pihaknya sangat hati-hati dalam melakukan penangganan tindaklanjut atas dugaan pelanggaran tersebut.

“Yang pasti kita bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Ketua dan pimpinan yang satu lagi di bogor, kami akan rapat pleno dulu. Tapi minggu ini sudah ada hasilnya,” tandasnya.

Diketahui bersama, usai menyampaikan maksud dan tujuan, dua aktifis ini melakukan penyegelan secara simbolis.(***/Mesakh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *