Caption: Kondisi Sampah Yang Sudah Berserakan di jalan-jalan utama
Manado, SwaraKawanua.ID-Penanganan sampah di kota Manado sama sekali tidak maksimal, bahkan terkesan dibiarkan sehingga sampah mengepung wilayah kota Manado.
Ini menandakan bahwa Pemkot Manado ‘angkat tangan’ mengatasi masalah sampah di kota Manado. Apalagi dengan kondisi bencana alam yang terjadi membuat volume sampah cukup tinggi saat ini.
Hal itu juga dikarenakan lokasi pembuangan sampah di TPA Sumumpo, kacamatan Tuminting, sudah penuh. Belum lagi keterbatasan mobil operasiona pengangkut sampah yang sangat sedikit menyebabkan penanganan sampah tidak maksimal di 11 kecamatan di kota Manado terkecuali kecamatan Kepulauan Bunaken.
Pantauan SwaraKawanua.ID, sampah berserkan dimana-mana menghiasi wajah kota Manado.
Mulai dari jalan utama seperti Samrat, Betesda, A. Yani, jalan alternatif hingga jalan di lorong-lorong bahkan di kawasan-kawasan pusat kota Manado sampah tak terkendalikan. Pemerintah di bawah kepemimpinan DR. GS. Vicky Lumentut dan Mor Bastian harus memikirkan dan mencari solusi persoalan publik tersebut.
Apabila persoalan ini dibiarkan hingga tanggal 9 Mei 2021 selesai masa kepemimpinan keduanya, maka masalah sampah akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang ditinggalkan GSVL-Mor kepada pemimpin kota Manado yang baru nantinya Andrei Angouw dan Richard Sualang atau sebutan AARS. (dns)



























