Lajunya Perkembangan Dunia IT Tidak Ditunjang Dengan SDM Yang Memadai di Disdukcapil Tertentu

Minut, Swarakawanua.id – Seiring lajunya perkembangan dunia Information Technologi (IT) dalam mempermudah pekerjaan manusia ternyata masih belum dapat diimbangi oleh Sumber Daya Manusia (SDM).

Di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) khususnya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) salah satu contohnya.

Hal itu dikatakan oleh salah satu Pengacara Kondang Noch Sambouw, SH, MH, CMC. Menurutnya, SDM di Disdukcapil Minut belum mampu mengimbangi perkembangan IT yang saat ini sudah berkembang sangat pesat.

“Pembaharuan data penduduk sangat lambat dikerjakan. Padahal IT pada umumnya untuk membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi,” ujarnyaa.

Ia membeberkan salah satu contoh yang terjadi dimana salah satu anggota keluarga atau anaknya yang akan melakukan pembaharuan data.

“Salah satu anak saya KTPnya masih beralamat kan Bali. Nah kami hanya ingin merubah itu. Tapi kata mereka perekaman yang dilakukan sebelumnya di Disdukcapil Minut adalah duplikat sedangkan yang di Bali asli. Padahal nama anak kami masih ada di dalam KK. Nama anak saya saat bersekolah dan kuliah di Bali hanya numpang di KK kakak saya tapi datanya tidak pernah dipindahkan dari Minut ke Bali sejak 2016,” ujarnya.

Menurutnya hal serupa sudah pernah terjadi kepadanya ketika pindah dari Biak ke Minut tahun 2016 yang teknologi dan aplikasi di Disdukcapil seluruh wilayah Indonesia masih belum maju seperti sekarang ini untuk pencabutan berkas secara online tidak sulit seperti ini.

“Saya saat itu hanya membuat Surat Pernyataan bermeterai cukup menyatakan pindah alamat, kemudian Surat Pernyataan tersebut diemail ke alamat email disdukcapil Biak yang online 24 jam dan selanjutnya hari itu juga data kependudukan saya bersama seluruh keluarga langsung diinput di disdukcapil Minut. Sekarang saat perkembangan teknologi IT sudah pesat dan aplikasi IT yang ada di disdukcapil seluruh wilayah RI sudah semakin canggih malah proses pemutakhiran data penduduk jadi ribet dan lamban,”tegasnya.

Pengacara yang terkenal vokal ini pun meingatkan kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk lebih teliti dalam memilah PNS dan bahkan pimpinan di Disdukcapil.

“Dinas ini sangat lekat dengan masyarakat. Perlu dilakukan tes pengetahuan terutama dalam bidang IT. Jangan sampai tidak sinkron atau tidak relevan dengan kinerja Bupati yang memilik inovasi-inovasi baik dalam perkembangan teknologi. Itu berarti hanya Bupati saja yang maju jauh kedepan sedangkan kepala Dinas dan PNS di Disdukcapil tidak mau berkembang dengan mengikuti perkembangan zaman saat ini,” tandasnya.(Mesakh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *