Sangihe, Swarakawanua.id- Pesta Adat Tulude Merupakan Kearifan Lokal Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, Yang terus Bertumbuh dan Berkembang.
Budaya Ini Merupakan Ucapan Syukur Kepada Allah Sang Khalik Atas Berkat Kemurahannya Setahun yang Sudah Berlalu Serta Memohon Perlindungannya di Tahun 2025.
Momentum Ini Juga, Menjadi Wadah Untuk Memupuk Rasa Kebersamaan, Persaudaraan dan Kekeluargaan di Antara Seluruh Elemen Masyarakat dan Jemaat.
Jemaat Gmist Imanuel Petta merupakan Bagian Dari Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe sehingga Tetap Melaksanakan Dan Melestarikan Budaya Adat Tulude lewat ibadah Syukur, Senin 17 Febuari 2025 di gedung Gereja Gmist Imanuel Petta.
Camat Tabukan Utara Alser Edmon Malanguna S.IP dalam sambutannya mengatakan,tahun 2024 ada banyak suka dan duka yang kita lalui semua pengalaman dan kenangan tersebut telah tercatat dalam buku 366 halaman sebagaimana jumlah hari dalam satu tahun,tahun baru adalah alasan bagi kita untuk menulis resolusi baru dan harapan baru,Ucap Alser.
“Menyadari bahwa tantangan disetiap tahunnya tidak bisa ditebak, demikian tahun 2025 ini saya berharap kita semua tetap sehat optimis peduli dan saling dukung satu dengan yang lain,”Kata Malanguna.
Lanjutnya lagi, menyampaikan terimakasih pada persekutuan jemaat Gmist Imanuel Petta yang telah ikut berperan membantu pemerintah menciptakan situasi kemasyarakatan yang aman dan tentram, kondisi ini dapat tercipta karena masyarakat mampu membentengi diri dengan nilai-nilai religius yang senantiasa mengedepankan kasih dan persaudaraan,Ujar Camat Alser Malanguna.
“Saya mengajak kepada kita semua untuk terus memperkokoh persatuan dan kesatuan dan harus menjadi komitmen kita semua agar tetap menjaga kokohnya kerukunan umat beragama,”Tutup Malanguna.(Handry)



























