Lelang Paket Proyek Pengecatan Pagar di Kampus IPDN Senilai 350 Juta Diduga Sarat Rekayasa dan Akal-akalan PPK

Minahasa,Swarakawanua-Institusi IPDN yang terletak di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tercoreng karena diduga ulah-ulah oknum pejabat pengadaan proyek di tempat tersebut.

Pasalnya, lelang paket proyek  Pengecetan Pos dan Pagar di IPDN  dengan pagu anggaran denilai 350 juta diduga tak transparan dan sarat  rekayasa.

Padahal lelang paket proyek E-Katalog atau mini kompetisi harusnya fair dan transparan  tapi yang terjadi diduga akal-akalan pihak panitia terlebih seorang PPK.

Sumber terpercaya menyebutkan, lelang mini kompetisi E-Katalog dengan nama paket Pemiliharaan ( Pos PKD  dan Pagar (Pengecetan) di IPDN senilai 350 juta beraroma KKN.

Dimana PPK tidak memberikan/membuat dokumen mini Kompetisi (kalau di Tender disebut Dokumen Lelang) tapi hanya DED (Detail Engineering Design atau GAMBAR RENCANA), KAK (Kerangka Acuan Kerja) dan RKS (Rencana Kerja dan Syarat).

“Seharusnya PPK mencantumkan Dokumen Kompetisi sesuai dengan Lampiran Surat DirJen Bina Konstruksi Nomor PA 0106 DK/IIII tertanggal 2 September 2025. Ini kesalahan fatal yang dilanggar PPK, karena diduga sudah ada kong kalikong dengan pihak kontaktor pemenang,” terang sumber kepada Media ini tadi malam di salah satu tempat makan di kawasan Megamas.

Disebutkan juga bahwa 4 paket Mini Kompetisi atau empat peseta ikut lelang E-Katalog yang sudah ada pemenang di IPDN tidak memuat standar dokumen kompetisi sesuai Surat Dirjen Bina Konstruksi.

Sehingga bisa dibilang lelang paket proyek pemiliharaan berupa pengecetan Pos dan Pagar IPDN senilai 350 juta cacat hukum.

Sumber juga menamabhkan bahwa paket proyek pengecetan pakar  di IPDN tahun lalu juga ada. “Tiap tahun pejabat di Kampus IPDN bikin proyek cat pagar.  Baru cat tahun lalu pagar di cat, sekarang  dcat lagi walau di tengah efisiensi anggran,” terang sumber.
.
Sementara itu, PPK yakni Agung Purwanto krtika dikonfirmasi Media inii tadi malam, tak direspon oleh PPK tersebut. Padahal wartawan sudh mencoba menghubungi telpon Whatsaap. bahkan Chat WA tapi dianaikan. (Danz)..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *