Manado, Swarakawanua.id-Setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI pada Senin (03/11/2025), Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) menindaklanjuti kepentingan masyarakat Sulut soal kekayaan laut daerah ini dengan Kepala Bakamla RI.
Hal ini dimaksudkan agar laut Sulut aman dari aksi ilegal fihsing dari negara-negara perbatasan NKRI seperti Philipina, Malaysia dan lainnya juga.
Gubernur Sulut YSK melakukan pertemuan langsung dengan Kepala Bakamal RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah pada Selasa (04/11/2025).
Lewat percakapan kedua petinggi ini maka lahirnya beberapa kesepakatan antara Pemprov Sulut dan Bakamal RI.
Kepala Bakamal RI berjanji akan membantu mengamankan semua kejahatan-kejahatan kelautan yang akan berpotensi mengganggu maritim di perairan Sulut.
Semua bentuk ke penyelundupan seperti perdagangan manusia, Narkoba dan rokok dan lain sebagainya akan diberantas pihak Bakamla.
Sulut merupakan salah satu daerah strategis maritim, maka pengawasan super ekstra akan dilakukan oleh pihak Bakamla RI.
Gubernur Sulut YSK me nuturkan kekayaan laut Sulut sungguh luar biasa yang menghidupkan ekonomi masyarakat.
Karena itu, YSK berharap Bakamla RI melakukan patroli rutin di perairan laut Sulut serta memberikan pemahaman masyarakat yang melaut untuk menjaga dan melestarikan laut serta mengindar dari berbagai kejahatan termasuk semua bentuk penyelundupan yang masih marak terjadi saat ini.
Pihak Bakamla RI juga akan membuat pos-pos patroli di daerah-daerah perbatasan seperti Sangihe, Talaud dan lain sebagainya.
Kerja sama ini akan membuat perairan Sulut semakin aman dan akan menambah sumber-sumber pendapatan bagi masyarakat termasuk negara di dalamnya. (Danz*).





















