Caption Foto: Kadisdukcapil Manado, Julises Oehrles
Manado, SwaraKawanua.ID-Pilkada Manado sudah berakhir, tapi masih meninggalkan sisa-sisa cerita di kalangan tim sukses AARS maupun Mor-HJP bahkan paslon Paham serta kalangan pejabat Manado.
Pasalnya, banyak tim sukses yang menceritakan gerak-gerik pejabat Manado dalam perhelatan Pilkada 2020 lalu. Dimana ada pejabat yang main savty tapi ada juga pejabat yang bermain terang-terangan di hajatan pesta demokrasi rakyat Manado tersebut.
Walaupun mainan para pejabat cukup rapi karena dibungkuskan dengan program kerja pemkot Manado, tapi ujung-ujunganya diduga menguntungkan salah satu paslon di Pilkada Manado.
Seperti kegiatan perekaman e-KTP mobile oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Manado sempat dilakukan ke rumah penduduk bahkan kantor capil sempat ‘dipindahkan’ sementara di kantor camat bahkan kantor kelurahan dengan dalil pelayanan prima kepada masyarakat.
Kegiatan mobile urus KTP ke rumah-rumah sempat diprotes kalangan tim sukses, namun Disdukcapil Manado tetap ‘pasang badan’ melaksanakan kegiatan tersebut karena mengacu aturan. Walau kegiatan itu terbaca mengutungkan paslon lain tapi Diskucapil Manado kerja terkesan sesuai protap pemerintah.
Lalu apakah Disdukcapil Manado yang dipimpin Julises Oehrles sangat netral di Pilkada Manado? Banyak yang menilai kegiatan perekaman harusnya dilakukan jauh-jauh hari bukan di saat masa-masa kampanye. Sehingga pelayanan masyarakat di kantor capil harus terabaikan karena konsentrasi pegawai di program mobile pelayanan e-KTP ke rumah penduduk. (dns)

























