Swarakawanua.id, TANAH LAUT–Dalam rangka memperingati HUT ke-30, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Asam Asam memperkuat komitmennya terhadap pendidikan dan transisi energi hijau melalui kegiatan Empower Roadshow: Driving Sustainable Energy Transition di Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala).
Kegiatan yang digelar pada Kamis, (2/10/2025) ini menjadi ajang kolaborasi strategis antara dunia industri dan dunia pendidikan dalam mendorong lahirnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan energi berkelanjutan.
Selain seminar inspiratif, acara juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PLN Indonesia Power UBP Asam Asam dan Politeknik Negeri Tanah Laut. Kerja sama ini mencakup pengembangan pendidikan vokasi, penelitian, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang energi bersih.
Penandatanganan dilakukan oleh Dr. Ir. Meldayanoor, S.Hut., M.S., Direktur Politeknik Negeri Tanah Laut, dan Reo Yanuar Hadi, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Asam Asam.
“Melalui Empower Roadshow ini, kami ingin membuka ruang kolaborasi antara PLN Indonesia Power dan dunia kampus. Transisi energi berkelanjutan hanya bisa tercapai jika generasi muda ikut terlibat aktif sejak dini,” ujar Reo Yanuar Hadi.
Antusias para mahasiswa Politeknik Negeri Tanah Laut saat mengikuti kegiatan Empower Roadshow: Driving Sustainable Energy Transition bersama PLN Indonesia Power UBP Asam Asam dalam rangka memperingati HUT ke-30 PLN Indonesia Power. (Foto: Dok. PLN Indonesia Power UBP Asam Asam)
Sementara itu, Dr. Meldayanoor menilai kolaborasi ini sebagai langkah konkret dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
“Kerja sama ini memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pelaku industri energi. Kami ingin lulusan Politala tidak hanya siap kerja, tapi juga siap berinovasi,” tegasnya.
Empower Roadshow menghadirkan pembicara utama Sheila Tobing, S.T., M.Eng., Ph.D., Lektor dari Universitas Indonesia, yang membawakan materi bertema Driving Sustainable Energy Transition. Dalam pemaparannya, ia menyoroti tantangan global menuju energi bersih dan pentingnya inovasi mahasiswa dalam menjawab krisis energi dan iklim. (***)



























